Proyek Jalan Inspeksi Kelurahan Eka Marga Menyalahi Aturan Kontruksi Cor Beton

 

Mutiara IndoTV, Kota Lubuklinggau – Sumatera Selatan. Pekerjaan kontruksi jalan inspeksi Persawahan Tanjung Harapan Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau yang hampir 90% tanah sawah milik keluarga besar Walikota Lubuklinggau. Yang di anggarkan dari dana APBD induk Tahun 2018 yang di kerjakan bulan Maret dan April 2018, tak sesuai dengan yang diharapkan.

Belum selesai 100% hasil pekerjaan yang dikerjakan CV. Siluman (Pekerjaan Tak Memiliki Papan Merek), dengan lebar 100 M x 500 M yang hanya dikerjakan 380 M. Awal April. Disaat pekerjaan masih dilaksanakan oleh pekerja dilapangan, sempat mengatakan kepada media Mutiaraindotv. Bahwa pekerjaan kontruksi cor beton itu dikerjakan udah sesuai RAB dari Dinas PU Tata Kota, melalui Bidang Sumber Daya Air.

Melihat hasil kondisi jalan inspeksi yang sedang dikerjakan banyak yang tak sesuai dengan fakta dilapangan, yang akhirnya media Mutiaraindotv melayangkan surat ke Dinas Terkait dengan No: 010 /LP_MITV,NPP,NSM/Hasil Pekerjaan/V/2018, tanggal 02 Mei 2018 surat konfirmasi di sampaikan ke Kabid SDA Anwar Sadat. Tanggal 03 Mei 2018 Surat disampaikan ke Badan Keuangan Daerah, dan Tanggal 03 Mei 2018 surat disampaikan ke inspektorat.

Kelompok Tani Ismail mengatakan dengan tegas menolak hasil Pekerjalan jalan irigrasi menuju persawahan di Kelurahan Eka Marga, Jalan Tanjung Harapan Kota Lubuklinggau. Sebab lekerjaan yang dikerjakan asal jadi, belum sepenuhnya dilewati kendaraan saja udah pada retak dan pecah. Serta miring, padahal pemilik sawah disini yang punya masyarakat biasa cuma berapa petak.

Yang banyak disini milik Asri Somad, kalau engak salah Sekretaris di Dinas PU Tata Ruang. Sebab udah lama ini kami usulkan baru sekarang Tahun 2018 bulan April ini direalisasikan, berkat permintaan pemilik lahan persawahan disini agar hasil pertanian dapat lancer. Tetapi dengan kondisi cor beton seperti ini, malahan berisiko bagi petani yang melintas yang membawa hasil Pertaniannya. “Pinta Ismail.

Kelompok Tani Ismail Menunjukkan Pekerjaan Jalan Inspeksi Persawahan Tanjung Harapan Kelurahan Eka Marga, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.

Ditambahkan Ismail sudah berapa kali saya mempertanyakan mana papan merek dan pemborongnya, agar masyarakat yang beraktifitas pertanian di Tanjung Harapan Kelurahan Eka Marga ini tau jelas atas sumber dana dan CV mana yang bekerja. Tapi pekerja dilapangan terkesan tertutup dan tak tau siapa pemborongnya, dan jumlah anggran dan dari mana sumber anggaran tersebut berasal. Serta volume pekerjaan pun panjang, dan lebar pekerja cuma bilang kami disuruh begawe baek, Sabtu 26 Mei 2018.

Kelompok Tani Ismail menyampaikan kembali bahwa pekerjaan jalan inspeksi tersebut, sudah lebih para lagi banyak yang terkelupas dan retak. Silahkan cek aja Pak lagi dilapangan untuk mengambil sempel photonya lagi. Sedangkan penjelasan Kepala Tukang hari selasa 01 Mei 2018 sekitar Jam 09:30 WIB pagi, dilokasi mengatakan ke media Mutiaraindotv kami Cuma disuruh begawe sesuai perintah dan petunjuk pemborong. Kalau ada yang salah dan kurang tanyo dengan lemborongnya Pak  kalau panjang volumenya 500 M, tetapi kami kerjakan karena banyak lokasi pekerjaan yang makan bahan.

Akhirnya pekerjaan hanya di kerjakan 380 M dari Titik Nol Pak, kalau adukan yang kami lakukan sesuai dengan standar kontruksi 1 : 3 sampai pondasi dan lantai kerja. Ini banyak retak dan terkelupas karena masih basah belum kering nian Pak, untuk lebih jelas tanya dengan pemborongnya aja Pak. Saya engak tau siapa nama pemborong dan CV serta dananya, sebab kami cuma bekerja saja. Dan yang lebih paranya Pak mereka dari awal pekerjaan, mulai dari titik nol proses pencampuran semen, koral dan lasir itu di depan kurang lebih Jaraknya 500 – 800 M dari lokasi pekerjaan Pak.

Pengawas lapangan Marzani menyampaikan ke media Mutiaraindotv saya juga terkejut Pak kalau gawean cor betonnya kayak gini, sebab dak mungkin nak selalu diawasi gawean tukang tiap detik. Karena Kepala tukangnya kan ada Pak, dengan nada agak kesal lihat kondisi pekerjaan asal jadi tersebut. Pengawas berjanji akan memerintahkan Kepala tukang, untuk membenari cor beton yang tak sesuai dengan RAB dan Miring serta tak lurus.

Saya berjanji akan segera kami perbaiki Pak, yang retak, terkelupas akan kami benari. Kami juga sebagai lengawas dak mau ambil resiko Pak, kalau lekerjaan ini tak sesuai dengan Standar Kontruksi Beton dan RAB nya. Terkait panjang volume pekerjaan 400 M dengan lebar 110 M dan masalah papan merek, serta CV dan pemborongnya saya lupa namanya termasuk berapa anggarannya. Serta sumber dana dari mana dak tau Pak, “kata Pengawas Lapangan.

Survey ulang sekitar jam 5 WIB sore media Mutiaraindotv yang mana jalan menuju persawahan (Kontruksi Cor Beton), permintaan dari kelompok tani perbaiki ternyata masih sama saja seperti pekerjaan yang ada. Malahan lebih parah hanya di pasang papan mall dan material batu, pasir dan koral serta campuran semen dan siram air. Dengan hasil pekerjaan sama seperti pekerjaan awal di titik Nol, apakah dengan kondisi hasil pekerjaan seperti ini sangat pantas untuk di terima.

Masyarakat yang melakukan aktifitas pertanian di daerah tersebut sangat kecewa dan menolak pekerjaan tersebut, yang hanya akan berumur berapa bulan sudah hancur. Sera papan pekerjaan pun tak dipasang yang tak jelas sumber dana, serta nama pihak ketiga perusahan CV dengan pekerjaan yang hampir selesai. Kabid SDA Anwar Sadat mengucapkan terima kasih atas laporan surat dari media Mutiaraindotv terkait pekerjaan jalan inspeksi, atas laporan tersebut kami akan menindak lanjuti dengan mengadakan rapat dengan PPK, PPTK dan Staf Kantor SDA.

Anwar Sadat mengatakan akan memanggil pihak kontraktor akan menanyakan terkait pekerjaan yang kurang volume panjang, serta lantai pondasi jalan cor tersebut. Nanti kami akan koordinasikan dengan media Mutiaraindotv apa hasilnya dan sekali lagi kami terima kasih banyak, atas info laporan dari media Mutiaraindotv dapat menjadikan acuan perbaikan pekerjaan kami.

Hari Rabu dan Kamis 23-24 Mei 2018 Kabid SDA Anwar Sadat menghubungi kembali media Mutiaraindotv melalui via telpon, mengatakan kami sudah meninjau dengan tim di SDA benar banyak kekurangan dari pekerjaan dan pihak kontraktor siap memperbaiki dan yang kurang siap ditambah asal pekerjaannya bisa di UP 6 dan 100% agar bisa cair katanya. Pihak pemborong juga berjanji akan memberikan ucapan terima kasih kepada Wartawan media Mutiraindotv Rp. 1.000.000,- (Satu Juta Rupiah), sebagai tanda ucapan terima kasih ditambahkan Kabid SDA.

Intinya tolonglah sebagai awal perkenalan kami sebagai mitra kerja sama tolong diterima saja keinginan baik dari pihak ke-3, yang meminta tolong ke kami untuk disampaikan ke media Mutiaraindotv. PPTK SDA melalui rekannya menyampaikan ke media Mutiaraindotv kami tidak akan melakukan UP 6 dan 100%, sebelum ada penyelesaian dengan media  MutiaraindotvKami tidak akan menandatangani pekerjaan yang di Eka Marga sebelum ada kata kesepakatan, antara kontraktor dengan media Mutiaraindotv. Mau dipasakkan bagaimana pun intinya kami tidak akan mengambil resiko yang sudah dilaporkan media Mutiaraindotv, terkait hasil pekerjaan jalan inspeksi p ersawahan tersebut. Sebelum ada kata penyelesaian dan kesepakatan antara kedua belah pihak, antara Pelapor dan Terlapor katanya melalui via telpon.

Sedangkan lenjelasan dari Badan Keuangan Daerah Imam Senen tidak akan mencairkan proyek jalan inspeksi persawahan di Eka Marga, yang menggunakan Anggaran APBD 2018  sebesar Rp. 180.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Juta Rupiah) sebelum ada penyelesaian permasalahan pekerjaan dilapangan yang dilaporkan media Mutiaraindotv.

Sedangkan infektorat sudah melakukan pemeriksaan di Dinas PU Tata Kota di Bidang SDA, yang saat itu bertemu langsung dengan saudara Anwar Sadat selaku KPA (Kabid SDA). 4 Tim inspektorat yang diketuai oleh Endi. Melalui Patra menyampaikan terkait kunjungannya ke Dinas PI Tata Kota Lubuklinggau menanyakan atas laporan media Mutiaraindotv, beliau mengatakan benar memang ada laporan atas hasil pekerjaan tersebut. Intinya kalau ada niat baik dari Kabid SDA dan pemborongnya lebih baik diselesaikan secara baik, sebab anggarannya juga enggak begitu besar hanya pekerjaan PL.

Sebab kami juga belum bisa turun langsung kelapangan terkait laporan media Mutiaraindotv, karena belum ada pemberian Dokumen RAB dari Pihak Bidang SDA. Kalau kami turun langsung ke lokasi bisa yalahi prosedur pemeriksaan katanya. Tapi intinya kami akan melakukan pemeriksaan ke lapangankan pekerjaan tersebut belum dilakukan pembayaran oleh pihak dinas, jika belum juga ada penyelesaian permasalahan antara pihak dinas dengan media Mutiaraindotv.

Insya allah kami akan melakukan pertemuan tim inspektorat dengan Kepala Dinas PU tata Kota Nobel Nawawi terkait pekerjaan di Bidang Sumber Daya Air, yang bermasalah ini yang tak sesuai dengan RAB di lapangan. Tapi kami tidak akan mengambil keputusan sepihak kami akan melakukan dulu pertemuan, dengan Kadis PU apakah harus segera turun ke lapangan setelah mendapatkan dokumen pekerjaan dari Dinas terkait. Tapi harapan kami kepada media Mutiaraindotv kalau ada jalan terbaik dari Kabid SDA dan Kontraktor selesaikan aja baik, jangan sampai meluaskan pekerjaan juga anggarannya kecil ditambahnya. (Barmawi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *