Proyek Pemasangan Delineator Diduga Proyek Siluman

MutiaraindoTV, Kabupaten Batubara – Sumatera Utara. Pembangunan pemasangan Delineator di sepanjang jalan pasir – pasir Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara bersumber dari APBD Propinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2018 diduga siluman dan menyalahi Juknis dan spesifikasi pekerjaan.

Yakni pencampuran aduan semen hanya menggunakan pasir dan semen tidak menggunakan batu siplit/kerikil, dan pemasangan tidak simetris dan tidak menggunakan perkerasan dasar.

Saat LSM MITRA dan beberapa orang wartawan melakukan investigasi, salah seorang pekerja dari Medan mengaku bernama Fa’i mengatakan itu tidak ada masalah Pak. Dan saat investigasi Tim menemukan air yang digunakan untuk pencampuran pasir dan semen, adalah air yang tergenang di bahu jalan di masukkan ke drum untuk digunakan pencampuran material dan akhirnya di ikuti Tim LSM MITRA.

Dan beberapa wartawan menyaksikan campuran material tidak menggunakan batu siplit, namun menggunakan batu pecahan dan di aduk di atas mobil pic-up warna hitam BK 9104 RE. Hingga Tim mencoba menghentikan pekerjaan karena ada dugaan kerugian negara, dalam pelaksanaan pemasangan Delineator sejumlah 300 Batang.

Saat Ketua LSM MITRA Alaiaro Nduru di tanyakan wartawan soal spesifikasi kerja, Beliau menuturkan Juknis Pemasangan Delineator sesuai keputusan Menteri Perhubungan nomor KM.3 Tahun 1994 tentang alat pengendali. Dan pengamanan pemakai jalan dan pasal 275 Undang – Undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan jalan, silahkan rekan tulis contoh teknisi pemasangan Delineator sebagai berikut:

Spesifikasi Teknis Delineator Besi dan Plastik.

A. Bahan Delineator.

Delineator dapat terbuat dari pipa besi atau pipa plastik yang dilengkapi dengan bahan bersifat reflektif .

B. Bentuk, Ukuran dan Warna Delineator

Pipa Besi (Delineator Besi)
Pipa besi sebagaimana yang dimaksud diatas berdiameter 100 mm, ketebalan 2mm dengan panjang 1.100 mm yand dilengkapi dengan 2 buah reflector ASTM tipe IV yang diletakan pada plat aluminium ukuran 50 X 181 mm yang berwarna merah putih.

Letak pipa sebagaimana dimaksud diatas searah dengan lalu lintas dan warna reflektornya disesuaikan dengan warna dan fungsi sebagaimana dalam keputusan menteri perhubungan nomor: KM. 3 Tahun 1994 tentang alat pengendali dan pengaman pemakai jalan.

Pipa besi sebagaimana dimaksud harus dengan dicat warna hitam dan kuning bergantian dengan warna hitam di ujung paling atas, Bentuk dan ukuran Delineator dari pipa besi sebagaimana dalam lampiran surat ini. Pada bagian belakang Delineator di bubuhi stiker perlengkapan jalan tulisan sumber pendanaan Tahun Anggaran dan isi pasal 275 Undang – Undang Nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, contoh gambar stiker terlampir.

Setiap bahan delineator yang akan dipergunakan harus lulus uji laboratorium dengan menunjukan sertifikat uji laboratorium berskala nasional atau internasional

C. Pemasangan Delinestor.

Pemasangan delineator mengacu pada keputusan menhub nomor : KM. 3 Tahun 1994, dan lampirannya tentang alat pengendali dan pengaman pemakai jalan. Lokasi serta jarak pengulangan penempatan Delineator, di sesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas.

Syarat kontruksi:

A. Bagian dasar giliran di beri perkerasan adukan campuran semen dan pasir dengan ketebalan 100 mm.
B. Pondasi adalah beton cetakan yang di buat dari campuran semen, pasir, batu kerikil / split dengan perbandingan 1 : 2 : 3

C. Ukuran pondasi setiap tiang masing-masing adalah:
– Sisi bagian atas : 300 mm
– Sisi bagian bawah : 500 mm
– Kedalaman : 600 mm

D. Ukuran galian tanah adalah 500 X 500 mm dengan kedalaman 600 mm, dipaparkan kutipan dari Google tentang Juknis Pemasangan Delineator Kamis, 06 Desember 2018. Di lokasi kerja pemasangan Delineator sumber APBD Propinsi Sumatera Utara Tahun 2018, yang tidak di ketahui nilai nominal anggaran karena papan informasi proyek tidak ada.

Seketika Tim Investigasi beberapa spesifikasi kerja yang diduga tidak sesuai Juknis, maka salah satu Tim Investigasi LSM MITRA bernama Mhd. Aris Zalukhu menghubungi pihak Polres Batubara melalui Kasat Intel dan Anggota DPRD kabupaten Batubara.

Sehingga setengah jam kemudian pihak Polres Batubara dari kesatuan Intel turun ke TKP dan Anggota DPRD Kabupaten Batubara Ruslan SH turun menyaksikan pekerjaan pemasangan Delineator di sepanjang jalan Pasir-pasir Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara.

Saat Tim LSM MITRA, pihak Polres Batubara, anggota DPRD dan beberapa Wartawan Anggota DPRD Ruslan SH, menyampaikan pesan kepada pekerja bernama Ahmad Rifa’i. Bahwa pekerjaan pemasangan Delineator ini, untuk sementara di hentikan dulu dan nada yang sama juga disampaikan oleh oknum Intel Polres Batubara. Kamis, 06 Desember 2018 pukul 11.00 WIB di lokasi kerja.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Batubara dari Partai PDI-Perjuangan Ruslan SH mengatakan, kepada Wartawan bahwa dirinya akan segera memanggil Pimpinan Perusahaan rekanan untuk mengklarifikasi dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan spek pekerjaan. “Ungkap Ruslan kepada Wartawan.

Setelah kehadiran oknum Satuan Intel Polres dan anggota DPRD Kabupaten Batubara melihat dan menyaksikan kejanggalan dalam spek pekerjaan Delineator, Ketua LSM MITRA Alaiaro Nduru meminta kepada Dinas terkait. Agar segera membongkar pemasangan Delineator karena diduga tidak sesuai spesifikasi kerja dan minta rekanan, agar segera di bangun sesuai spesifikasi kerja dan Juknis Pemasangan Delineator. (An01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *