Proyek Pengelolaan Sampah Pun Tak Luput Sidak Mendadak Komisi II DPRD Lubukklinggau, Yang Tak Berfungsi Maksimal

Mutiaraindotv, Lubuklinggau – Sumatera Selatan, Sidak mendadak Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, dilanjutkan dengan pengecekan langsung hasil Proyek Pembangunan Pengelolaan Sampah yang berlokasi di Pasar Satelit, Kota Lubuklinggau. Yang telah menelan Anggaran APBD tahun 2014 sebesar Rp. 2.450 Milyar. Senin, 08 Maret 2021.

Sidak mendadak Anggota Dewan Lubuklinggau selain meninjau lokasi Wahana Bukit Sulap (Inclinator) dan Bangunan Pengelolaan Sampah yang ada di Pasar Bukit Sulap ini, dihadiri langsung Ketua Komisi II Abdul Nasir, SE dari Fraksi Gerindra, Wakil Ketua Wansari dari Fraksi PDIP, dengan Anggota Bambang Rubianto Fraksi PKS, M.Seh Yamin Effendi Fraksi Demokrat, dan Herianto Fraksi PBB.

Bambang Rubianto mengatakan bahwa kami dari Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau ini akan mempertanyakan bagaimana Perencanaan awal dari Alat Pembakaran Sampah atau Incinerator Ramah Lingkungan ini. Seberapa manfaatnya bagi Masyarakat sekitar, serta seberapa besarnya untuk hasil PAD Kota Lubuklinggau yang didapatkan.

Jika sistem perencanaan sesuai dan berjalan dengan baik, tinggal sistem pengelolaan nya dan jika kedua nya sama baik tinggal kita melihat dari sisi akar dan penyebab dari permasalahannya, kenapa tidak difungsikan dengan baik. Tadi sempat kami pertanyakan kemasyarakatan disekitar lokasi, alat pengelolaan sampah ini, cuma 1 kali dalam satu Tahun di Operasikan.

Jadi masalahnya dimana sudah berjalan 6 tahun tidak dioperasikan secara maksimal. Berarti alat ini tidak ada evaluasi nya setiap per 1 tahunnya. Dan jika setiap tahunnya ada evaluasi egak mungkin alat ini bisa mangrak dan tak beroperasi. Jika setiap tahun ada evaluasi pasti kita akan tau dimana akar permasalahan dan penyebabnya, tambah Bambang.

Lanjutnya Bambang, ini terkesan adanya pembiaran dari Aset milik Negara. Ini adalah fungsi kita dari Komisi II akan mempertanyakan ke Dinas Lingkungan Hidup. Apakah ada indikasi pembiaran dari alat pengelola sampah tersebut.

Ya Semoga saja dari hasil sidak kami Komisi II ini secara mendadak, akan menjadi perhatian khusus bagi semua pihak untuk selalu menjaga dan merawat serta mengoperasikan apa yang sudah dibangun melalui APBD. Ingatnya ya ini Aset Negara (Berasal Dari Uang Rakyat)….?

Yang mana dalam Pembangunan Peralatan Pengelolaan Sampah Unorganik tersebut menelan Anggaran Dana APBD (1019162), March 2014, sebesar Rp. 2. 450.000.000. Saat ini hanya terlihat seperti bangunan Tua yang tak bertuan dengan kondisi Alat untuk pengelolaan sudah mulai berkarat dan areal sekitar sudah di penuhi sampah dan semak belukar.

Sedangkan hasil pemberitaan sebelumnya tertanggal 16 Januari 2021, di Mutiaraindotv bahwa semenjak selesai dibangun belum perna terlihat adanya alat ini dioprasikan ujar warga sekitar insinial YD, yang menyampaikan ke Tim Mutiaraindotv. Benar pak….? Alat ini dibangun untuk mendaur ulang sampah yang ada selama ini, namun semenjak selesai dibangun belum perna terlihat beroperasi sebagai mana mestinya. Sekarang bisa dilihat sendiri bagaimana kondisi Alat Pengelolaan Sampah yang sudah dibangun, egak tau kapan akan dimanfaatkannya. (021).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *