Proyek Saluran Irigasi Tadah Hujan Tahun 2017, Yang Senilai 150 Juta Ambruk

Photo Saluran Irigasi Tadah Hujan Yang Ambruk Bulan Februari 2018
Photo Saluran Irigasi Tadah Hujan Yang Ambruk Pada Bulan Februari 2018

Mutiara IndoTV, Kota Lubuklinggau – Sumatera Selatan. Kabid Sumber Daya Air Anwar Sadat Dinas PU Tata Ruang menjelaskan terkait laporan media ini, saluran irigasi tadah hujan yang ambruk akibat terjangan air hujan di bulan Februari 2018. Beliau menjelaskan baru tau sekitar bulan April 2018, itu pun atas laporan anggota dewan dari Fraksi Partai Gerinda Saudara Amin. Senin, 14 Mei 2018.

Yang menelpon kepada saya, untuk  langsung meninjau keadaan saluran irigasi tadah hujan yang ambruk tersebut. Setelah melihat Kabid SDA Anwar Sadat langsung mengkoordinasikan dengan PPK dan PPTK, untuk membahas permasalahan saluran irigrasi tadah hujan tersebut bisa ambruk. Untuk hasil sementara saya sebagai Kabid SDA hanya bisa menjelaskan, bahwa terkait saluran irigasi tadah hujan tersebut akan kita perbaiki kembali.

Sebab faktor, penjelasan dari pihak kontraktor pelaksana pekerjaan di lapangan terkendala akibat susah menggalihkan air. Makanya pekerjaan saluran irigasi tadah hujan di Kelurahan Marga Rahayu RT. 002 Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau itu tidak menggunakan londasi dan lantai. Pekerjaan itu hanya di buat oleh pihak kontraktor pemasangan batu kali saja, dan urukan tanah tidak ada, Sebab dananya terbatas hanya sebesar Rp. 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Ditambahkan Kabid SDA Anwar Sadat bahwa massa lemeliharaan saluran irigasi tadah hujan tersebut sudah habis di bulan Febuari apa Maret, sebab saya belum mengecek kontrak Kerja dengan pihak ke-3. Kalau egak salah pekerjaan tersebut dikerjakan pada bulan Juli 2017, tapi pihak kontraktor berjanji mau memperbaikinya. “Ya asal ada tambahan anggaran, kita juga mengakui memang banyak kekurangan dalam menganalisa konsep perencanaan dalam suatu pembangunan baik itu saluran irigasi, jalan persawahan. Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada media Mutiaraindotv.com yang sudah memberikan masukan, atas kesalahan pekerjaan dalam pembuatan gambar dan RAB. “Katanya.

Kalau bisa minta kepada media Mutiaraindotv.com untuk jangan diberitakan, sebab sudah ada juga wartawan bersama RT yang melaporkan masalah ini tapi mereka egak akan beritakan. Sedangkan pada hari Kamis 10 Mei 2018 anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari Fraksi Gerinda Amin Komisi 3 Bidang Pembangunan, mengundang wartawan media Mutiaraindotv.com di kediamannya di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Beliau mengatakan begitu masyarakat yang memiliki sawah sekitar ambruknya saluran irigasi tadah hujan, langsung cek ke lapangan bersama warga sekitar. Amin mengatakan ambruknya saluran Irigasi tadah hujan tersebut, waktu pas datang hujan deras sekitar bulan Febuari 2018, dan saya langsung mengkonfirmasi dengan ke Dinas PU Tata Ruang di bagian Bidang Sumber Daya Air dengan Anwar Sadat melalui via telpon.

Untuk mengajak Kabid tersebut krosek pekerjaan yang sudah di kerjakan oleh pihak kontraktor untuk di perbaiki, Anwar Sadat menjelaskan ke anggota dewan tersebut akan melihat kontrak kerja dulu dengan pihak ke-3. Ini masih dalam pemeliharaan atau tidak lagi, ditambahkan Amin Anggota DPRD Kota Lubuklinggau ke media Mutiaraindotv.com. Tanyakan dulu sudah ada rencana perbaikan apa belum pekerjaan tersebut, kalau bisa jangan diberitakan dulu dan konfirmasilah dulu dengan Kabid SDA Anwar Sadat, “kata anghota dewan.

Warga pemilik sawah beridisinial Aw mengatakan, “kami mengalami kerugian yang cukup besar akibat saluran irigasi tadah hujan yang di buat oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau. Melalui dinas terkait, sebab egak ada ganti ruginya kepada kami. Padahal padi kami bulan Maret 2018 ini bisa menghasilkan yang cukup lumayan, akibat dari pekerjaan tersebut kami mengalami kerugian.

Yang paling merusaknya padi kami dinding dari pasangan batu, serta material lainnya masuk semua ke sawah kami. Yang akhirnya kami bersama warga pemilik sawah membuang material batu dan pasir tersebut. Untuk mengatasi hujan lagi dengan dinding yang sudah jebol, kami pasang karung berisi pasir. Sebab mau menunggu perbaikan pekerjaan tersebut, kayaknya egak ada bakal perbaikan.

Hasil survey media Mutiaraindotv.com yang kebetulan berdekatan dengan lokasi saluran irigasi tadah hujan yang jebol tersebut, melihat pasca keadaan siring tersebut. Jelas merugikan warga yang akan lanen padinya rusak di hatam material pekerjaan, dan saat kami tinjau ke bawah wajar pekerjaan tersebut bisa ambruk. Sebab tidak menggunakan pondasi, hanya menempel saja diatas dasar siring.

Dan lebih parahnya tidak ada lantai dalam pekerjaan tersebut, serta urugan pasirnya, saat kami tanya ke Dinas PU Tata Ruang ini. Pekerjaan bidang mana tapi tak ada yang tau, sekitar bulan Mei 2018 kita cari infonya ternyata pekerjaan tersebut, milik Sumber Daya Air Dinas PU Tata Ruang. Penjelasan dari Kabid SDA Anwar Sadat mengatakan benar itu Pekerjaan di bidang, kami SDA terkait saluran Irigasi tadah hujan tersebut. Saya juga sudah mengecek dengan anggota dewan yang tinggal di lokasi Kelurahan Marga Rahayu pak, terkait kapan mau di laksanakan.

Belum tau, sebab belum diusulkan untuk perbaikan. Kalau pun mau memintah ke pihak pemborong egak mungkin, sebab masa pemeliharaan sudah habis, ” katanya. Yang anehnya kami dari media Mutiaraindotv.com setelah melihat DPA Anggaran APBD Induk Thun 2018 (Januari-Juli), untuk pekerjaan saluran irigasi tadah hujan di Kelurahan Marga Rahayu dianggarkan sebesar Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah). Tapi anehnya malah pekerjaan saluran irigrasi tersebut malah bergeser kebawah lagi, bukan malah untuk membenarkan pekerjaan saluran irigasi yang ambruk.

Sebab penjelasan Kabid SDA Anwar Sadat memang betul ada anggaran Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah), tapi itu untuk pekerjaan saluran irigasi dibagian arah kebawah bukan untuk yang ambruk. Warga berharap setelah berita ini terbit di media Mutiaraindotv.com, agar dapat memanggil Pihak Dinas baik itu KPA, PPK, PPTK, Pengawas, serta Pemborong. Untuk bertanggung jawab atas kerugian kami. Harapan Warga Kelurahan Marga Rahayu Rt. 002 Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan. (Barmawi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *