Pupuk Langka, Mahasiswa Situbondo Demo Bupati

oleh -157 views

 

Aksi Mahasiswa PC PMII Situbondo memperjuangkan Nasib Petani, Senin (22/11). Mahasiswa juga kecewa dengan Bupati Situbondo, H.Karna Siswandi.

 

Mutiaraindotv.com (SITUBONDO) – Ratusan mahasiswa yang tergabung PC PMII dari berbagai Universitas di Kabupaten Situbondo menggelar aksi unjuk rasa (demonstrasi) di depan kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten, Senin (22/11/2021). Dalam aksinya, ratusan mahasiswa menyoroti kelangkaan dan mahalnya harga pupuk untuk petani.

Para mahasiswa mulai orasi di depan Kantor Pemkab Situbondo, dalam orasinya PMII meminta agar Bupati Situbondo, H.Karna Siswandi untuk menemui langsung para pendemo. Namun setelah mengetahui bupati berhalangan, pihak Pemkab mewakilkan kepada staf ahli bupati, Kholil.

Mengetahui diwakilkan serentak para demonstran langsung menyatakan kecewa, dan dalam orasinya menyampaikan Bupati tidak pro rakyat, karena ketika PMII menyampaikan aspirasinya selalu gagal, bahkan sudah dua kali tidak ditemui oleh Bupati, padahal tujuan PMII ini adalah untuk menyampaikan aspirasi rakyat dalam hal ini petani terkait kelangkaan pupuk di Kabupaten Situbondo, Ungkap Fathor Zainullah.

“Setelah mengetahui orang nomor satu di Pemkab Situbondo tidak ada ditempat, mahasiswa tidak percaya begitu saja, Ketua Umum PC PMII Situbondo, Fathor Zainullah langsung pegang mikrofon meminta rekan-rekannya dengan dikawal aparat keamanan dari Kepolisian Resort Situbondo, untuk mengecek kebenarannya namun pihak kepolisian tetap bersikukuh tidak boleh masuk kedalam Pemkab, kecuali yang diperbolehkan hanya perwakilan saja.

“Nah setelah berdebat panjang antara para demonstran dan pihak keamanan. Namun belum ada kesepakatan, akhirnya para mahasiswa langsung maju satu langkah dan akhirnya saling dorong antara pihak keamanan dan mahasiswa sehingga sempat terjadi insiden yaitu dua mahasiswa terkena pukulan, dengan kejadian ini, Ketua Umum dan pengurus PC PMII, langsung secara spontan pegang mikrofon mengancam akan melaporkan masalah ini ke Mabes Polri dan Polda Jatim.

Setelah melakukan orasi di depan Kantor Pemkab, para demonstran beranjak menuju kantor DPRD, sesampainya di depan Kantor DPRD. Ratusan mahasiswa langsung ditemui oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo, Hadi Priyanto, setelah mengetahui apa saja yang menjadi tuntutan PMII, anggota dewan yang murah senyum itu langsung meminta agar PMII memberikan data konkrit terkait kejadian kelangkaan pupuk di Kabupaten situbondo, tolong tunjukkan daerah mana saja pupuk yang langkah. Sebab, Komisi II DPRD setelah turun ke 17 Kecamatan tidak menemukan pupuk langkah dan kios yang menjual mahal di Kabupaten situbondo, ujar Hadi Priyanto di hadapan para demonstran.

“Tolong sahabat PMII, kalau belum mempunyai bukti dan data yang jelas jangan berkoar koar dulu, tolong tunjukkan daerah mana saja ada indikasi pupuk yang langkah dan kios kios mana saja yang menjual mahal, kalau ada bukti, hari ini juga kita bersama Kepolisian akan turun langsung untuk mengecek dan menindak, “ujar politisi partai Demokrat itu.

” Pimpinan sedang tidak ada, hanya saya sendiri saja, ” katanya.

Ia pun menandatangani tuntutan massa aksi dengan menyepakati terkait pengawasan pupuk untuk petani Situbondo.

Mendengar jawaban atau statment dari Komisi II DPRD Situbondo tersebut, seluruh demonstran langsung menyatakan siap untuk memberikan data datanya dan pihaknya sebagai Ketua Umum PC PMII Situbondo.

” Kami siap bertanggung jawab, apa yang sudah kita ucapkan, “tutur Fathor Zainullah.

Orator mahasiswa PMII lainnya bernama Yudha Yulianto mengatakan, petani hari ini kekurangan pupuk saudara saudara, apakah kita harus diam saja, kita ini sebagai mahasiswa harus suarakan masalah ini ke masyarakat.

Menurutnya, permasalahan dugaan kelangkaan pupuk di Kabupaten Situbondo masih belum dapat diselesaikan sehingga terjadi kelangkaan pasok dan lonjak harga serta penyaluran pupuk bersubsidi yang kurang tepat sasaran terus terjadi dan erat kaitannya dengan aspek teknis (data base petani dan kepemilikan lahan yang kurang akurat) aspek regulasi, aspek manajemen dan pengawasan yang belum maksimal.

Lanjut dia, oleh karena itu, berbagai kebijakan pemerintah harus terus menjamin ketersediaan pupuk yang memadai dengan HET yang telah ditetapkan.

” Sebagai bagian elemen masyarakat Kabupaten Situbondo. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Situbondo, kami menuntut kepada Pemkab Situbondo wajib menambah stok pupuk bersubsidi, harus memaksimalkan pengawasan harga eceran tertinggi (HET) di setiap kios dan wajib melakukan sosialisasi dan pendataan yang benar mengenai e-RDKK terhadap petani di Kabupaten Situbondo, “teriak Yudha Yuliyanto dalam orasinya.

Ditambahkan dia, petani semakin sengsara, karena saat ini harga berbagai komoditi pertanian yang dihasilkan sangat murah sedangankan biaya operasionalnya sangat tinggi sehingga petani terus merugi.

” Hal ini disebabkan akibat harga produk pertanian saat ini jelas jelas merugikan rakyat, “ujarnya.

Aksi ini dikawal ketat oleh aparat Kepolisian Resort Situbondo. Dengan sedikit kecewa ratusan massa PMII akhirnya membubarkan diri setelah ada kesepakatan tersebut.

Mereka berjanji akan kembali melakukan aksi serupa jika dalam waktu dekat tuntutan yang mereka perjuangkan apabila tidak ditindak lanjuti. (SY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.