Puskesmas Tanara Klarifikasi Tentang Tarif Ambulance Yang Diberlakukan Ke Keluarga Pasien, Sudah Sesuai Perda

Mutiaraindotv, Kab. Serang – Banten, Kepala Puskesmas Tanara Serang dr. Siti Kuriyah, menegaskan bahwa Tarif Ambulance yang dibebankan kepada Pasien yang bernama Ny. Bedah, sudah sesuai dengan Perda Kabupaten Serang, No. 1/2016 tentang Retribusi Jasa Umum.

Pernyataan ini disampaikan dalam Pertemuan Klarifikasi dengan Wartawan, yang bertempat di Puskesmas Tanara ini dihadiri Kepala TU Hj. Nurbaeti, SKM, dr. Ananda Anastasya, Bidan Juheriyah, AMd, Keb dan Bidan Heni Widiyanto, SST. Rabu, 22 Januari 2020.

Selain itu, turut hadir dalam pertemuan klarifikasi terkait Tarif Ambulance, yaitu Sekretaris Kecamatan Tanara H. Sadirin, Kasie Pemberdayaan H. Aslahudin, Perwakilan Polsek Tanara Brigpol Hendra dan Bripda Afrizal dan Keluarga Pasien.

Menurut dr. Siti Kuriyah, status Ny. Bedah adalah Pasien bersalin Umum, sebab saat datang ke Puskesmas tidak memiliki BPJS dan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).” Sehingga kami memberlakukan Tarif Umum sesuai Perda “, katanya. Dia juga menegaskan, Tarif Pra Rujukan sebesar Rp. 175 Ribu juga sesuai Perda yang berlaku. Biaya tersebut untuk Infus, Kateter dan Peralatan Medis lain sebelum Dirujuk.

Di tempat sama, pihak keluarga dan suami Ny. Bedah, mengatakan saat itu dirinya memang belum membawa SKTM, karena baru akan diurus. Kan tidak mungkin kalau saya menyiapkan sebelumnya karena waktu bersalin istri pun tidak bisa diprediksi, ungkapnya dalam pertemuan.

Terkait itu, Bidan Heni Widiyanto, SST, menjelaskan Idealnya SKTM bisa diurus jauh hari sebelum Persalinan, ” Harusnya, Sejak Kandungan 7 – 8 Bulan, SKTM sudah diurus “, sarannya.

Kasie Pemberdayaan Kecamatan Tanara H. Aslahudin, mengatakan mencuatnya masalah ini hendaknya dijadikan Pembelajaran berbagai pihak untuk Kinerja.

” Semoga melalui pertemuan klarifikasi ini dapat diambil hikmahnya, agar ke depan antara Media dan Institusi lebih Sinergis dalam memberitakan Program dan Kinerja. Sehingga warga mengetahui hal – hal yang dilakukan, katanya.

Hal senada disampaikan Kepala TU Hj. Nurbaeti, SKM, menurutnya kesalahpahaman ini terjadi hendaknya menjadi Motivasi untuk memacu semangat untuk layanan lebih baik.

Diberitakan sebelumnya, Ny. Bedah (30), warga Kp. Rencalang RT. 006/002, Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang mengeluh. Pasalnya, dia dipatok membayar Tarif Ambulance Puskesmas Tanara, Kabupaten Serang sebesar Rp. 320 Ribu. Itu ditambah dengan Biaya Pra Rujukan sebesar Rp. 175 Ribu, sehingga malam itu dia harus mengeluarkan uang sebesar  Rp. 495 Ribu.

Dituturkan Bedah, peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 24 Desember 2019, saat dirinya hendak melahirkan. ” Padahal, suami saya sudah mengatakan kami ini orang tidak mampu, katanya didampingi suami dan keluarga/ Robert. (Mitv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *