Ratusan Guru SD di Kabupaten Bondowoso Menjadi Guru Penggerak

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi membuka Lowongan Kerja (Loker) Guru Penggerak untuk SD. Namun tidak satupun guru SD Bondowoso yang lulus.

Tiga tahun kemudian, Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM menyemangati sejumlah guru SD agar ikut menjadi Guru Penggerak. Hasilnya, sebanyak 124 guru SD berhasil lolos.

“Pendaftaran Guru Penggerak dibuka sejak tahun 2019. Dan guru SD Bondowoso yang berhasil lolos baru tahun 2022. Ada 124 orang yang berhasil menjadi Guru Penggerak,” kata Kadispendik yang bertugas di Bondowoso sejak tahun 2022 ini,, Kamis (26/12/2022).

Guru Penggerak, lanjutnya, mempunyai peranan yang sangat vital dalam memajukan pendidikan di Bondowoso. Makanya terus didorong agar setiap sekolah minimal ada satu Guru Penggerak.

Ditambahkan, setiap guru penggerak pasti mempunyai inovasi didalam Proses Belajar Mengajar (PBM). Dan inovasi tersebut disambungrentengkan kepada seluruh murid-muridnya.

Untuk menjadi Guru Penggerak tidak semudah membalik telapak tangan. Ratusan guru SD yang berhasil menjadi Guru Penggerak harus ditempa dengan sangat ketat selama 9 bulan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Tahapan yang harus dilalui oleh calon Guru Penggerak adalah seleksi administrasi, pendampingan, pembuatan alat pembelajaran, praktek pembelajaran. Setiap hari harus mengikuti Daring hampir 5 jam,” jelasnya.

Jadi tidak heran, lanjutnya, jika guru sudah lulus sebagai Guru Penggerak akan menguasai PBM terbaru yang serba digital. Prakteknya di sekolah tentu harus menyesuiakannya.
Diharapkan, Guru Penggerak yang jumlahnya mencapai 124 menularkan ilmunya pada guru-guru yang lain. Agar mereka dapat mempraktekkannya di sekolah tempat mengajar. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *