Reki Banu Ingin Masyarakat Timor Tengah Selatan (TTS), tak salah mempersepsikan Politik

MutiaraindoTV, Kupang – Nusa Tenggara Timur. Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT) dari Dapil 8 Timor Tengah Selatan (TTS) Reki Banu S.pd., M.pd mempunyai keinginan dan harapan pada masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya masyarakat Timur Tengah Selatan agar tak salah mempersepsikan mengenai Politik.

Ia mengatakan selama ini pemahaman masyarakat, bahwa dalam Politik khususnya Calon Anggota Legislatif harus mempunyai segalanya.

“Pemahaman masyarakat sekarang khususnya di Timor Tengah Selatan (TTS) dan umumnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa Politik khususnya calon anggota Legislatif harus bawa apa, bawa berapa dan buktinya mana.

Sedangkan DPR merupakan wakil Rakyat yang mewakili rakyat untuk mengontrol pemerintah, tapi rakyat minta bukti. “Katanya saat di wawancarai, Kamis, 06 Desember 2018.

Dia pun menegaskan bahwa persepsi masyarakat yang seperti ini lah, yang bisa membuat masyarakat bagaikan Permen oleh para Politikus.

“Tradisi Politik seperti ini, ketika semua Caleg memberikan bukti khususnya bawa apa dan berapa, maka ketika lolos dia tidak akan kembali lagi dan masyarakat di ibartkan sebagai permen karet yang habis manis sepah di buang”. Tuturnya.

“Ini juga bisa membuka pintu korupsi terbuka lebar karna di paksa untuk melunasi tantangan masyarakat sesaat, yang dampaknya pada pembangunan fisik dan pembangunan mental masyarakat”. Lanjut Reki.

Maka dalam hal ini, Lelaki asal Timor Tengah Selatan (TTS) yang juga berprofesi sebagai Dosen di salah satu Universitas Swasta ternama di Nusa Tenggara Timur ini ikut memeriahkan pesta Demokrasi di Tahun 2019.

Sebagai Calon Anggota legislatif DPRD Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lewat Partai Garuda, nomor urut lima dengan Moto “. Muda berjuang, Tua mendukung” ini berharap agar Masyarakat lebih cerdas dalam menentukan pilihan.

“Saya berharap masyarakat harus lebih cerdas dalam menentukan wakilnya dan tidak tergantung pada bawa apa dan bawa berapa demi kemakmuran bumi Timor Tengah Selatan (TTS). “Imbuhnya. (Yapi Manuleus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *