Rencana Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Akan Segera Terwujud Yang Akan Melintasi 3 Kecamatan Dalam Kota Lubuklinggau

Mutiaraindotv, Lubuklinggau – Sumatera Selatan, pembahasan Rencana Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera kembali dilanjutkan. Kali ini, Pemeritah Kota Lubuklinggau mengajukan Trase untuk Penempatan Simpang Susun Tol diubah ke Kota Lubuklinggau dari Rencana Awal yang disetujui Kementerian PUPR. Selasa, 07 Mei 2019.

Dalam Rapat Pembahasan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera tersebut dihadiri langsung Asisten I Heri Suryanto, Kepala Bappeda Farida Ariyani, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang Achmad Asril, Kepala Dinas Perhubungan Abu Ja’at, Kepala BPN Lubuklinggau Buchori, serta Perwakilan Camat yang wilayahnya akan dilalui Jalan Tol tersebut.
Sebelumnya, usulan Walikota Lubuklinggau untuk memindahkan Pintu Exit Tol dari Tanjung Sanai di Provinsi Bengkulu ke Kelurahan Jukung Kota Lubuklinggau, sudah disetujui Menteri Pekerjaan Umum Penata Ruang Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.
Pekerjaan Tol Trans Sumatera yang akan dikerjakan oleh PT.Hutama Karya, yang bertanggung jawab atas Pembangunan Tol trans Sumatera secara langsung datang ke Kota Lubuklinggau. Untuk berkoordinasi sebelum melakukan Survei ke Lapangan, dan juga BUMN mengajak Konsultan yang menangani Pembangunan Tol Trans Sumatera, yakni PT Wiratma.

Dalam rapat koordinasi yang digelar antara Pemkot Lubuklinggau dengan PT.Hutama Karya dan PT.Wiratma, yang disampaikan usulan untuk Pengubahan Trase Tol. Sekaligus memindahkan Rencana Pembangunan Simpang susun ke Kota Lubuklinggau. Usulan tersebut disambut baik oleh Konsultan PT.Wiratma Wiwin, yang menyebut hal tersebut masih bisa diajukan ke Kementerian PUPR. Namun ada beberapa Persyaratan yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, agar Pemindahan Simpang susun tersebut dapat disetujui.

Adapun syaratnya masalah  Administratif, selain itu Status Jalan untuk Titik Keluar (Jalan Lingkar Selatan) Tol tersebut harus merupakan Jalan Nasional (Negara). Informasinya saat ini jalan tersebut sedang diusulkan Peningkatannya dan kami akan menunggu Prosesnya,” ujarnya dalam rakor yang digelar di OP Room Dayang Torek.
Menurutnya, arahan Kementerian PUPR, agar Trase yang dibuat dapat Sependek mungkin. Hingga Trase awal yang disepakati Kementerian PUPR, Jalan Tol dari Muara Enim hingga Bengkulu sepanjang 209 km. “Kalau dari usulan baru (dari Pemkot Lubuklinggau). Berarti ada Penambahan sedikit Kilometer, akan kita upayakan cari Alternatif terbaik agar jalan tetap terpendek, tetapi usulan baru ini dapat direalisasikan,” jelasnya.

Untuk Trase Muara Enim hingga ke Lubuklinggau dimulai dari simpang susun Muara Enim, Stasiun (STA) Merapi di Lahat, STA Musi Rawas, dan berakhir di Lubuklinggau. Sedangkan untuk Panjang Jalan dari Muara Enim – Lubuklinggau sepanjang 112,975 Km dan Lubuklinggau – Bengkulu sepanjang 96,656 Km. Di Lubuklinggau Jalan Tol tersebut akan melintasi Tiga Kecamatan dalam Kota Lubuklinggau diantaranya :

1. Kecamatan Lubuklinggau  Selatan I,
2. Kecmatan Lubuklinggau Barat I, dan
3. Kecamatan Lubuklinggau Timur II.
Sekda Kota Lubuklinggau, H.A.Rahman Sani yang memimpin rapat meminta agar pihak Konsultan dapat mengusahakan Pemindahan Simpang susun ke Kota Lubuklinggau di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Apalagi dengan rencana Pemerintah Kota Lubuklinggau yang akan menjadikan Daerah tersebut menjadi Kawasan Industri.
(Advetorial).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *