Berita TerbaruHukum & Kriminal

Sabu Ditemukan Di Kapal Sunrine Glory Berbendera Singapura, Diduga Hampir 1.3 Ton

×

Sabu Ditemukan Di Kapal Sunrine Glory Berbendera Singapura, Diduga Hampir 1.3 Ton

Sebarkan artikel ini

Mutiara IndoTV, Kota Bantam – Riau. Kapal Republik Indonesia (KRI) Sigurot 864 berhasil mengamankan kapal Sunrine Glory yang memuat sabu hampir mencapai 1.3 ton di selat Philips, Batam. Provinsi Riau. Komando Gugus keamanan laut Armada Barat, Kolonel Laut Bambang Irwanto mengatakan, kecurigaan awal terhadap kapal yang mengangkut sabu hampir 1.3 ton ini, berpapasan dengan patroli KRI Sigorut.

Kapal Sunrine Glory langsung menghindar, membuat KRI Sigurot langsung melakukan pemeriksaan. Setelah di lakukan pemeriksaan, “ternyata kelengkapan kapal tidak memenuhi standar, demikian juga dengan pengakuan awak kapal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sabtu, (10/02/2018).

Kapal Sunrine Glory yang diamankan pada Rabu sekitar pukul: 15.30 WIB, kemudian di bawa dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam pada Jum’at 9 Februari 2018. Selanjutnya di lalukan pengecekan terhadap ABK kapal Sunrine Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat, dan BC Batam.

Tepat pada pukul 18.00 WIB tim berhas menemukan barang bukti Narkoba sebanyak 41 karung beras dengan perkiraan hampir 1.3 ton sabu, barang bukti tersebut ditemukan di atas tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan.

“Ternyata kapal Sunrise Glory ini hanya tipuan sebagai kapal ikan, ini adalah kapal dengan muatan bermuatan Narkoba jenis sabu. Sebelum di ketahui asal barang dan kapal tersebut, jika dilihat dari empat ABK yang merupakan kewargaan Taiwan yang masing – masing bernama Hsieh Lai Fu (52), Huang Chiang (48), Chencun Hang (39), dan Chien (52) diduga barang dan kapal berasal dari Taiwan.

” Kapal ini tidak jelas negaranya, kalau dari siluetnya ini kapal ikan Taiwan. Tapi suratnya Indonesia, bendera Singapura. ABK kapal 4 orang dari Taiwan dan tidak saling kenal. Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari mengatakan, jalur rawan pantai timur Sumatera dan Pantai Selatan Indonesia.

Sudah sejak dari dulu dicurigai BNN, hanya saja karena bukan domainya BNN sehingga BNN tidak bisa berbuat apa – apa. Tidak saja TNI AL, BNN juga bersinegritas dan bekerjasama dengan stakekolder. Agar seluruh garis pantai Indonesia akan terawasi, bahkan di aktivitas Filipina dalam mengantisipasi Narkoba sudah ketat, dan kami takutkan akan mengarah ke pasar Indonesia. (Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *