Salam Mahasiswa Merdeka “‘ Dari Kantor Menko Marives Menuju Aksi 11-04-22 “‘

Mutiaraindotv, Jakarta, Kami dari Gerakan Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (GP-PMI) mendatangi Kantor Menko Marives Luhut Binsar Panjaitan. Sengaja kami mendatangi kantor Menko Marives, sebab narasi tiga periode dan tunda Pemilu kami duga kuat desain dari Luhut Panjaitan, kata Sekretaris GP-PMI, Arif Nugroho. Jum’at, 08 April 2022.

Bung Rizky, selaku Ketua GP-PMI memimpin rombongan mahasiswa untuk melakukan audiensi dan penyampaian aspirasi. Hanya saja, karena birokrasi yang ketat, kami baru dapat menyampaikan surat permohonan audiensi.

Ada tiga poin aspirasi utama melalui surat yang kami sampaikan, yaitu :

  1. Menolak segala bentuk upaya untuk memperpanjang usia kekuasaan rezim Jokowi baik dengan modus menunda Pemilu maupun menjajakan narasi Jokowi tiga periode. Berdasarkan konstitusi, maka Saudara Jokowi harus meletakkan jabatannya selambat-lambatnya pada bulan Oktober 2024,
  2. Mendorong kepada DPR RI untuk melakukan evaluasi secara utuh dan menyeluruh terhadap kekuasaan rezim Jokowi yang terbukti gagal menjalankan amanah konstitusi untuk menyejahterakan rakyat dan melakukan perbuatan tercela, sekaligus segera mengambil langkah untuk mempercepat mengakhiri usia kekuasaan Jokowi, sebagai diatur dalam ketentuan pasal 7 A UUD 1945, dan
  3. Menghimbau kepada segenap rakyat Indonesia untuk mendukung gerakan mahasiswa yang menolak penundaan Pemilu, menolak Jokowi tiga periode, sekaligus mendorong agar DPR RI segera mengevaluasi kinerja Jokowi dan menghentikan jabatannya sebagai presiden sebagaimana konstitusi telah mengaturnya.

” Terkait hal ini, GP-PMI juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang dibuat, dan ditandatangani pada hari Jum’at, 08 April 2022 “.

Selain menyoal wacana tunda Pemilu dan jabatan Presiden tiga periode, GP-PMI juga menyampaikan aspirasi dari elemen Mahasiswa yang menilai rezim Jokowi telah gagal mengelola Pemerintahan. Yang dibuktikan dengan berbagai problematika yang mendera bangsa Indonesia, diantaranya :

  1. Hutang Negara yang mencapai angka diatas Rp. 7000 triliun.
  2. Kenaikan harga Pertamax,
  3. Kenaikan harga Minyak Goreng,
  4. Memaksakan Proyek IKN, membebani rakyat dengan PPN 11 %,
  5. Kenaikan sejumlah barang-barang kebutuhan pokok,
  6. Kenaikan TDL dan Tarif Tol,
  7. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan bahkan melambat,
  8. Kegagalan penanganan pandemi,
  9. Represif terhadap ulama, aktivis dan mahasiswa,
  10. Mengkriminalisasi ajaran Islam, dan
  11. Membubarkan ormas Islam.

” Kegagalan ini tidak layak untuk dipertahankan, terlebih lagi mempertahankan kekuasaan Jokowi baik dengan menunda Pemilu atau dengan memberikan fasilitas jabatan presiden tiga periode hanya akan menambah sengsara rakyat Indonesia “.

Seyogyanya, DPR RI selaku Wakil Rakyat segera mengevaluasi kinerja Jokowi dan menghentikan jabatannya sebagai presiden sebagaimana konstitusi telah mengaturnya.

Aksi yang kami lakukan di Kemenko Marves adalah penyampaian aspirasi awal, sebelum aspirasi akbar akan disampaikan pada tanggal 11 April 2022. Gerakan mahasiswa harus didampingi gerakan intelektual, dimana aspirasi yang disampaikan harus memiliki sandaran legitimasi intelektual dan dapat dipertanggungjawabkan.

” Terakhir, GP-PMI mengajak segenap gerakan Pemuda dan Mahasiswa, untuk bersinergi, menyatukan visi misi untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Sudah cukup ibu Pertiwi menangis, sudah saatnya Pemuda dan Mahasiswa bangkit memenuhi panggilan nurani “. (Agung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *