Saling Menyelamatkan Diri Antara Pengurus BUMDes, Gapotan Dan Warteg Dengan Kepala Desa Lubuk Harjo, Terkait 573 Juta

oleh -114 views

Mutiaraindotv, Kecamatan Bayung Lincir – Kabupaten Musi Banyuasin, Berdasarkan SK Menteri pertanian RI No. 273/KPTS/OT.160/4/2007, tentang Organisasi Petani diantaranya :

  1. Kelompok Tani adalah Kumpulan Petani/Peternak/Pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (Sosial, Ekonomi, Sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha Anggota,
  2. Gabungan Kelompok Tani (Gapotan) adalah kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala Ekonomi dan Efisiensi Usaha, dan
  3. Asosiasi adalah Kumpulan petani-nelayan yang sudah mengusahakan satu atau kombinasi beberapa Komuditas Pertanian secara Komersial.

Fungsi dari Gapotan yaitu merupakan satu kesatuan unit produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan harga). Dan juga sebagai penyedia saprotan (Pupuk bersubsidi, benih bersertifikat dan pestisida, serta penyediaan modal usaha dan menyalurkan secara kredit/ pinjaman kepada para petani yang membutuhkan. Dan melakukan proses pengolahan produk dari para anggota yang dapat meningkatkan nilai tambah.

Gapotan juga harus kuat dan mandiri dibuktikan dengan adanya pertemuan/ Rapat Anggota/Rapat Pengurus yang diselenggarakan secara berkala dan bersinambungan, dan menyusun rencana kerja Gapotan secara bersama dan dilaksanakan oleh para pelaksana sesuai dengan kesepakatan bersama. Serta setiap akhir pelaksanaan dilakukan evaluasi secara partisipatif dan berpegang teguh kepada aturan/ norma yang disepakati dan ditaati bersama.

” Lain hal yang dilakukan oleh Gapotan di Desa Lubuk Harjo, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, yang mana Gapotan di Desa ini tidak berjalan sesuai dengan aturan dan ketetapan dari SK Menteri Pertanian RI. Yang mana Gapotan disini diisi dengan orang-orang yang bukan dibentuk berdasarkan musyawarah antar anggota Gapotan melainkan sistem kepengurusan diisi oleh orang merangkap Jabatan baik di Gapotan, BUMDes dan juga Warteg “.

Hasil keterangan dari Pak Selamat ke Tim Mutiaraindotv pada hari Jum’at, 30 April 2021, bahwa total Dana Gapotan di Desa Lubuk Harjo sebesar Rp. 140 juta, itu di tahun 2014-2015, yang mana dana Gapotan tersebut dipakai oleh pak Mulyadi (Mantan Kadus). Bahwa sebagai Pengurus Gapotan atas pinjaman uang sebesar Rp. 140 juta dikarenakan tak bisa mengembalikan uang tersebut diganti dengan Kebun Karet 1 hektar kurang 1/4 hektar. Keterangan dari pengurus yang lama bilang tanah tersebut ada yang mau membelinya dan jika laku terjual, maka uang hasil penjualan itu akan di bayarkan untuk uang pinjaman tersebut.

Lanjutnya terkait pembeli atas nama Bu Sri masih menunggu suratnya, dikarenakan surat tanah di titipkan ke Bank oleh pak Mulyadi Mantan Kadus. Jadi pihak pembeli bernama Bu Sri belum bisa membayar dikarenakan pak Mulyadi masih diluar kota, katanya.

” Dan terkait dana Gapotan sebesar Rp. 140 juta dan dana tersebut dipakai oleh pak Mulyadi (Mantan Kadus) untuk kepentingan diluar kegiatan Gapotan. Dan terkait hasil kebun, atas pengembalian hutang pinjaman pak Mulyadi tersebut pun tak jelas siapa yang mengelola dari hasil perkebunan. Dikarenakan dalang dari hasil perkebunan baik Karet 3/4 (1 hektar kurang 1/4) dan Kebun Sawit sekitar 1/4 hektar, ada di Mantan Kadus atau Perangkat Desa Lubuk Harjo “, unjarnya.

Ditanya siapa saja nama Pengurus Gapotan, beliau menjelaskan awalnya Gapotan di Pimp. pak Timan dan diserahkan ke pak Rifai yang bekerjasama dengan pak Mulyadi, pak..? Ya begini lah hasil dana bantuan pinjaman baik itu Dana BUMDes, Dana Warteg serta Dana Gapotan di Desa Lubuk Harjo. Dikarenakan kepengurusannya berkecimpung orang- orang yang sama tidak ada orang lain, ini sama saja sistem kepengurusan kelompok baik Gapotan, BUMDes dan Warteg diisi oleh segelintir orang didalam Perangkat Desa di Desa Lubuk Harjo.

Untuk masalah pembeli akan membayar uang tersebut, apabila Mantan Kades pak Mulyadi menunjukkan bukti surat tanah kebun tersebut yang telah disekolahkan di Bank. Jika uang tersebut dikembalikan segera akan dibentuk kembali kelompok Gapotan, kata pak selamat sebagai pengurus tanah di kelompok Gapotan.

” Adapun pihak2 terkait diantaranya pak Mulyadi Mantan Kades, pak Rifai Mantan Pelaksana baik Gapotan, BUMDes dan Warteg. Benar pak selama pak Mulyadi Mantan Kades Lubuk Harjo tahun 2017, baik untuk masalah Gapotan, BUMDes dan Warteg tak ada keterkaitan dengan kepala Desa yang baru. Dikarenakan itu murni dikelola oleh Gapotan Lubuk Harjo, ungkap pak Selamat.

Yang man selama ini hasil dari Kebun Sawit dan Kebun Karet, yang menjaga dan merawat tak jelas siapa saja yang bertanggungjawab. Sebab selama saya merawat kebun sawit saya mintak 1.5 juta untuk biaya perawatan kebun sawit tersebut ke Pak Kades baru Hamdi. Ini baru berjalan sekitar kurang lebih 1 bulan, dikarenakan kebun karet sangat serut, makanya beliau melakukan pembersihan kebun pak, unjar pak Selamat.

Lain hal yang dijelaskan pak Mahmud selaku Bendahara BUMDes ke Tim Mutiaraindotv tertanggal 30 April 2021 mengatakan bahwa terkait sisa dana BUMDes yang tersisa sebesar Rp. 47 juta itu, dipegang oleh pak Kades Hamdi. Jika kata pak Kades mengatakan tak tau, pak Mahmud siap menjadi saksi bila diperlukan terkait dana BUMDes tersebut, akan saya tunjukkan bukti transfer lengkap yang ditujuhkan ke rek pak Kades Hamdi.

Sambung Pak Rifai pada malam hari ini, Minggu, 02 Mei 2021, mintak tolong ke Tim Mutiaraindotv, terkait masalah yang ada di Desa Lubuk Harjo, Kecamatan Bayung Lincir, kalau bisa janganlah diberitakan. Karena kita pengen seluruh kegiatan di Desa yang dulu sempat berjalan baik BUMDes, Warteg dan Gapotan bisa di aktifkan kembali. Kita tinggal menunggu kehadiran mantan Kepala Dusun pak Mulyadi, yang sekarang masih di pulau Jawa, untuk segera menyerahkan atau mengembalikan sertifikat tanah perkebunan yang sempat dipinjam, harapnya.

Sedangkan keterangan pak Kades Hamdi ke Tim Mutiaraindotv, pada hari Jum’at, 30 April 2021 mengatakan saya tidak tau terkait dana yang kata pak Mahmud ditransper ke rek Kades. Dan terkait kapan mau dibentuk kembali baik BUMDes, Gapotan dan Warteg ya nanti kita akan betuk kembali, ucap pak Kades Hamdi. (Tim MITV).

editor ” Awi “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *