Segmen Batas Desa Di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat Hanya Tinggal 100 Segmen

Mutiara IndoTV, Kabupaten Kubu Raya – Kalimantan Barat. Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Pada Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Kubu Raya Anna Mahliana mengungkapkan. Sampai saat ini masih ada Desa yang belum mendapatkan nomor Kode Desa, dikarenakan belum terselesaikannya permasalahan batas desa, yaitu Desa Ampera Raya.

Saat ini, proses penyelesaian batas desa tersebut sudah berada di Pemerintah Provinsi, dengan didukung fasilitas dari Mentri Dalam Negeri (Mendagri).

Menurut Anna, terdapat 400 segmen tentang batas Desa yang harus diselesaikan, namun berkat jerih payah dan kekompakan tim – tim yang terkait dalam hal ini, maka permalahan batas desa di Kubu Raya yang tersisa hanya tinggal 100 segmen. Dan hal ini akan pihaknya selesaikan, dalam kurun waktu satu sampai dengan tiga tahun.

“Karena pada prinsipnya permasalahan penyelesaian batas desa ini tidak bisa kita pasang dateline waktu. Karena hal ini tergantung pada usaha tiap – tiap desa dalam menyelesaikan permasalahan batas desanya. Sehingga terdapatlah Komitmen bersama,” ujar Anna pada. Jum’at, (24/032018).

Menurut Anna, Pemerintah Desa (Desa) sudah berkomitmen untuk memfasilitasi penyelesaian batas desanya dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDES).

Hal ini dilakukan untuk mempermudah desa tersebut dalam melakukan kegiatan mediasi tingkat Desa, dengan desa – desa yang bersangkutan, khususnya dalam permasalahan penyelesaian batas desa.

“Sementara kami, karena terbatasnya dana di Kabupaten, hanya bisa memfasilitasi apabila ditingkat desa, sudah terdapat komitmen atau sebuah kesepakatan,” Ucap Anna.

Anna memaparkan, tujuan yang sebenarnya dalam penyelesaian konflik batas desa, adalah untuk mendapatkan kepastian hukum, dan melakukan perencanaan pembangunan dengan matang. Hal ini dilakukan untuk menghindari setiap pembangunan – pembangunan yang ada di suatu desa, letaknya ternyata ada didesa yang lain.

Anna mengimbau kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Kubu Raya untuk tidak membangun pada batas – batas desa yang masih dalam proses atau masih dalam sebuah konflik.

“Sehingga bisa menghindari bahwa bangunan itu sedang ada permasalahan, hingga menjadi sebuah temuan. Nah kalau di dalam proses mediasi, ternyata pembangunan itu ada didesa yang lain, hal inilah yang sangat tidak kami inginkan,” Tutup Anna dengan tegas  (Viky/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *