Sejarah Jembatan Ampera Palembang Di Era Tragedi Pengkhianatan G30S/PKI

Mutiaraindotv, Palembang – Sumatera Selatan, Begitu besar jasa para pejuang yang telah gugur atas penghianatan G30S/PKI, yang mana Jembatan Ampera menjadi bagian dari kenangan jasa para Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani ( Panglima Angkatan Darat RI). Beliau adalah bagian dari Sejarah berdirinya kokoh Jembatan Ampera. Senin, 04 Oktober 2021.

30 September 1965, adalah Hari ini, tepat 55 tahun lalu, pada Kamis sekira Pukul 10.00 WIB, Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, Panglima Angkatan Darat RI, meresmikan Jembatan terpanjang di Asia Tenggara pada masa itu, dengan nama Jembatan Bung Karno.

” Jembatan sepanjang 1.177 meter ini membentang kokoh diatas Sungai Musi, Palembang. Proyek prestisius kebanggaan Bangsa Indonesia kala itu, akhirnya selesai dibangun dan siap untuk digunakan “.

Dengan ditandai penekanan sirine tanda selesainya Jembatan ini dilakukan oleh Jendral. TNI Ahmad Yani didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Brigjen. TNI H. Abu Yasid Bustomi atas nama Presiden Republik Indonesia yang saat itu terhalang hadir.

Selesai meresmikan Jembatan yang nama awalnya “‘ Jembatan Bung Karno “‘, kemudian sore harinya, Jend. Ahmad Yani bertolak dari Lapangan Terbang Talang Betutu, Palembang menuju Lapangan Terbang Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tragis, pada malamnya beliau diculik dan ditembak mati oleh Pasukan Tjakrabirawa, sebelum akhirnya pada dini hari, Jumat 1 Oktober 1965 terkubur bersama 6 Perwira lainnya di Sumur Lubang Buaya dalam Tragedi Pengkhianatan G30S/PKI.

” Setelah keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966, berakhirnya masa Orde Lama dan dimulainya masa Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto. Maka Jembatan Bung Karno diubah nama menjadi Jembatan Ampera yang merupakan kepanjangan dari Amanat Penderitaan Rakyat “.

Ini untuk mengenang sang Jenderal yang gugur setelah meresmikan Jembatan ini. Yang mana ruas Jalan Protokol di sisi Selatan Jembatan Ampera diberi nama Jalan Jend. Ahmad Yani yang kini membentang dari Kecamatan Jakabaring hingga ke Kecamatan Seberang Ulu Dua, Kota Palembang, Sumatera Selatan “.

Sumber keterangan : Jurnal Kabib Soleh & Dina Nindiati (2008, Universitas PGRI Palembang) & Arsip Nasional Republik Indonesia @arsipnasionalri.
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *