Sejumlah Wartawan Grudug Kantor DPRD Sukabumi.

MutiaraIndoTv, Kabupaten Sukabumi-Jawa Barat.

Terjadinya konflik adanya Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Tentang Komunikasi, Informasi
Persandian (KIP) Pemkab Sukabumi tahun 2018 yang rencananya akan segera di tetapkan menjadi PERDA di tahun anggaran 2019 memancing polemik di kalangan wartawan yang ada di Kabupaten Sukabumi, sebab RAPERDA tersebut dianggap mengekang kebebasan pers, Selasa 09/07/19.

Asep Ferdiansyah selaku moderator pers menanggapi, permasalahan ini jelas bertentangan dengan UU pers No 40 / 1999.
Beberapa pasal dalam UU Pers jelas mengatakan bahwa kemerdekaan Pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip prinsip demokrasi,keadilan,dan supremasi hukum. Selain itu ada beberapa pasal dan ayat lain yang melindungi kebebasan pers, Pers tidak dapat di kekang kebebasan nya melalui RAPERDA yang diduga pembuatannya asal asalan tanpa kajian mendalam,karena Undang-undang dengan raperda itu harus searah dalam satu tujuan,”ungkapnya.

Setelah polemik ini terjadi akhirnya kita beserta beberapa wartawan kab. Sukabumi, melalui beberapa organisasi dalam satu wadah Forum Wartawan Sukabumi melakukan audensi dengan DPRD, dan SKPD terkait. Adapun yang di bahas tentang RAPERDA yang disorot telah mengkangkangi UU Pers khususnya dalam pasal yang pemda buat diskominfo dan persandian yaitu pasal 15.

Dalam raperda tersebut terdiri dari 35 pasal, dan dalam pasal 15 ayat 2 secara tegas bahwa pemerintah daerah berupaya membatasi tugas jurnalis. Setiap mau liputan kegiatan di lingkungan pemerintahan daerah harus ada rekomendasi dari bupati melalui dinas KOMINFO Persandian Kabupaten sukabumi,dapat di artikan ketika Jurnalis atau wartawan menjalankan tugas jurnalistiknya harus memproses ijin dulu baru boleh liputan,”papar Asep

Selain itu ada beberapa poin yang menjadi permasalahan dalam pasal tersebut di antara nya adalah:

A). Apa yang menjadi dasar hukum perangkat Daerah Bidang Komonikasi,informatika dan persandian ,sehingga Lembaga swadaya masyarakat ( LSM ) di perbolehkan melakukan liputan ? mengingat dalam UU nomor 40 tahun 1999 tentang PERS ,peliputan hanya di lakukan oleh wartawan ,sedangkan LSM mempunyai payung hukum tersendiri yaitu UU NO.8/1985 tentang organisasi kemasyarakatan

B). Apa yang menjadi dasar hukum wartawan harus terakreditasi ? sementara dalam UU no 40 /1999 tidak ada satu pasal pun bahwa Pers harus terakreditasi ,kalaupun ada yang harus terakreditasi itu sepenuhnya kewenangan perusahaan pers

C). Apa yang menjadi dasar dikeluarkannya surat rekomendasi peliputan ?

D). Apa yang menjadi dasar pemerintah derah memberikan sanksi ?

Itulah yang kami bahas dengan DPRD dan SKPD terkait ,pada hari kemarin senin 08/07 di gedung DPRD Pelabuhan ratu kab.sukabumi. terang asep yang juga salah satu penandatangan penghapusan pasal 15 oleh DPRD dan perangkat daerah terkait.
Asep menambahkan bahwa dirinya bersama rekan rekan media mutiaraindotv, media indoglobenews dan media lainnya yang ada di kab.sukabumi tentu nya akan bekerja secara profesional dan independen dalam menjalankan profesinya,

Kami sepakat untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami selaku insan Pers yang profesional,independen serta taat akan kode etik jurnalistik,serta sesuai dengan UU Pers no 40 tahun 1999,” pungkasnya.( Warja )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *