SEKDAKAB : Dana PEN Akan Digunakan Untuk Infrastruktur Jalan Di 17 Kecamatan

SEKDAKAB SITUBONDO, Drs. H. Syaifullah, MM : Anggaran UKL-UPL Bukan dari dana PEN, Tetapi Dari DAU Murni. (foto-Syam)

Mutiaraindotv.com, Situbondo – Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo kepada PT. SMI sebesar Rp. 249 miliar, yang saat ini dananya sebagian sudah cair sebesar Rp. 62 miliar, merupakan program pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk kegiatan infrastruktur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo, Drs. H. Syaifullah, MM mengatakan, bahwa pinjaman PEN yang diajukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo kepada PT. SMI memang bentuknya bermacam -macam. Ada yang diperuntukkan untuk dana sosial, UMKM dan ada yang diberikan cuma- cuma melalui Kementerian.

” Tapi ada juga dana PEN yang disalurkan melalui PT. SMI, diberikan dalam bentuk pinjaman kepada Pemerintah Daerah, untuk memulihkan ekonomi masyarakat, “kata Sekda H. Syaifullah, Minggu (20/03/2022).

Menurutnya, khusus prioritas belanja daerah, itu tergantung dari Kepala Daerah, ketika ada penawaran pinjaman dari Pemerintah Pusat dan Bupati berminat. Setelah itu, baru kemudian Pemerintah Daerah mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat dan itupun tidak serta merta langsung dapat, akan tetapi melalui proses yang cukup panjang.

Lebih lanjut, H. Syaifullah mengungkapkan, bahwa pada tahun 2021 kita mengajukan pinjaman dana PEN kepada PT. SMI, ketika sudah sepakat dan sudah di asistensi, serta persyaratannya terpenuhi, misalnya terkait alokasi APBD untuk membayar tanggungan dan pernyataan ada kesanggupan, baru bisa diproses dan pencairannya PEN tersebut dilakukan secara bertahap.

” Pada bulan Desember 2021 lalu, sebenarnya Pinjaman PEN Pemkab Situbondo ini sudah cair sekitar Rp 62 miliar. Sehingga dengan waktu yang sangat mepet tersebut tidak memungkinkan untuk kita laksanakan, karena ada pertimbangan-pertimbangan dari DPRD pada Pemkab Situbondo, yaitu lebih baik dilaksanakan pada tahun 2022. Sehingga pada 2022 dana PEN yang sudah cair 25 persen dananya masih utuh, dari jumlah pengajuan sebesar Rp 250 miliar, “ungkapnya.

Ditegaskan H. Syaifullah, dana pinjaman PEN yang sudah cair saat ini masih utuh dan uangnya ada di Kasda. Artinya sudah diterima utuh dan akan diperuntukkan untuk kegiatan infrastruktur di 17 kecamatan, terutama jalan-jalan yang mengakses ke jalan Kabupaten. Kemudian, kita minta kepada DPRD agar supaya kita diizinkan melaksanakan pada tahun 2022, karena proses perencanaannya sudah selesai.

” Namun untuk tahapan pelelangan masih belum kita lakukan, tetapi yang mau diprioritaskan yaitu dana yang sudah cair terlebih dahulu. Sehingga ketika dana Rp 62 miliar ini sudah dilaksanakan dan progresnya mencapai 75 persen, maka kita boleh bisa mengajukan lagi sekitar 45 persen dan untuk sisanya yang 30 persen juga sama, bisa diajukan terakhir, “tegasnya.

Lebih lanjut Sekdakab menjelaskan, pihaknya sudah dapat laporan dari PUPD bahwa pekerjaan infrastruktur Jalan-jalan yang tersebar di 17 Kecamatan yang akan dikerjakan, akan dihot mix semua, sehingga jalannya akan bagus semua dan menurut penjelasan pihak PUPD, kekuatannya sampai lima tahun, kalau masih ada yang berlubang maka akan ada program tolob.

” Jadi dari anggaran pinjaman dana PEN sebesar Rp 250 miliar itu, bisa mendanai 102 ruas jalan. Sedangkan Kabupaten Situbondo sendiri, mempunyai 372 ruas jalan yang terdiri dari jalan Kabupaten dan jalan poros desa, artinya dengan anggaran itu kita bisa membangun 102 ruas jalan, itu dipilih karena memang kondisinya perlu untuk dibangun, “imbuhnya.

Kata H. Syaifullah, kenapa bupati harus mengalokasikan dana PEN ke infrastruktur semua. Karena ini ada amanah dari Permendagri maupun UU terbaru, yakni UU nomor 1 tahun 2022 yang mengamanatkan bahwa hubungan keuangan pusat dan daerah.

” Bahwa daerah harus membelanjakan APBD-nya sekurang- kurangnya 40 persen untuk infrastruktur dan itu selambat-lambatnya daerah diberi waktu lima tahun untuk menyesuaikan, “katanya.

Ditambahkan dia, dengan anggaran itu, APBD kita itu masih bisa, yang artinya dengan tambahan 250 miliar itu. Kita hanya bisa membangun infrastruktur 20 persen saja. Sebab, kemampuan anggaran APBD Situbondo memang kecil, makanya harapan kita masyarakat bisa memberikan support, berdoa.

” Semoga pembangunan jalan yang sudah kita rencanakan di 17 kecamatan semuanya bisa kita perbaiki dengan tuntas pada tahun 2022, “tukasnya.

Sambungnya, perlu kami tegaskan bahwa untuk anggaran UKL-UPL itu sebenarnya bukan dari dana PEN, tapi dari DAU murni dan UKL-UPL itu sebetulnya bukan syarat pencairan, jadi untuk dapat melaksanakan membangun jalan, itu PT SMI karena peduli terhadap lingkungan, maka ditambah persyaratan ada UKL UPL. Padahal selama ini gak pernah ada persyaratan itu kalau bangun jalan.

” Untuk pelaksanan proyek dari anggaran PEN waktunya tergantung kepada PUPD, karena sudah siap semuanya, tinggal kapan mau di umumkan atau dilakukan pelelangan karena nilainya besar-besar, yakni di atas Rp 200 jutaan semua. Ini masih menunggu waktu yang tepat, apalagi sekarang masih musim penghujan, mungkin bulan April sudah bisa dilaksanakan. Tetapi semuanya tergantung kepada PUPD, kalau PUPD melelangnya lebih cepat, maka pengerjaannya juga akan lebih cepat sekali dan bisa lebih cepat selesai, “pungkasnya. (Syam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *