Sengketa Lahan Di Desa Sukamanah, LMPPSDMI Menduga Ada Pemalsuan Data

MutiaraIndoTV. com (Bekasi) –Lahan sengketa di Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani seluas 6,3 Ha hingga kini masih menjadi polemik, bahkan, belakangan ini lahan tersebut sedang digarap oleh oknum.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, lahan sengketa tersebut saat ini digarap oleh oknum yang diduga kuat tidak mengantongi ijin menggarap. (ilgelal),

Ironis nya, Kepala Desa setempat tutup mata dan terkesan membiarkan lahan sengketa itu digarap.

Hal lain yang mencuat kepermukaan adalah kepala desa Sukamanah disebut sebut telah membuat Sporadik atas nama yang berbeda dan bukan nama Timin Bin Seblong sebagai pemilik girik.

Sebelumya persoalan lahan tersebut sempat ramai di media masa lantaran banyak pihak yang mengaku sebagai pemilik yang sah. Tak hanya itu, Abdul Karimun, mantan Kepala Dinas Pertanian disebut-sebut pernah menegaskan lahan tersebut sudah ada pemiliknya. Namun belakangan muncul juga pengakuan tanah tersebut milik pemda Kabupaten Bekasi c. q Dinas Pertanian.

Lahan sengketa di Desa Sukamanah tersebut mendapat sorotan tajam LSM LMPPSDMI, pasalnya, menurut LSM tersebut lahan yang berstatus sengketa tidak seharusnya digarap.

” Pertanyaannya, kenapa lahan sengketa ada yang menggarap bukannya lahan tersebut status.quo?, ” Kata Ketua Umum LMPPSDMI, Leo Butar Butar.

Seharusnya, sambung Leo, lahan tersebut tidak boleh digarap atau dikosongkan, jangan terkesan ada yang menguasai, karena lahan itu dalam status quo, “jelasnya.

Leo Butar Butar, Ketua LMPPSDMI

Leo Butar Butar juga mencium adanya indikasi pemalsuan data lahan tersebut.

“Jika ada yang melakukan pemotongan atau ikut serta membantu membuat data palsu demi untuk menguasai lahan tersebut harus diproses secara hukum dan ancamannya penjara, “ujar Leo.

Menurut Leo, pemilik harus dapat membuktikan keabsahan kepemilikan seperti legalitas girik atau sertifikat serta pajak SPPT.

” Apabila beberapa poin tersebut tidak ada, lahan tersebut dapat diambil oleh pemerintah, “ujarnya. Dwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *