SKAK Apresiasi Tomas Peduli Pemerintah Desa

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Lima Tokoh Masyarakat (Tomas), baik yang berprofesi sebagai politisi, Aprat Penegak Hukum (APH)-Polisi dan Jaksa, PCNU maupun TNI yang peduli terhadap pembangunan Desa, mendapat Piagam Lencana Bakti Pembangunan Desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI).

Kelima Tomas tersebut adalah H. Ahmad Dhafir (Ketua DPRD), AKBP Wimboko, Sik dan Puji Triasmono, SH, MH (APH), KH. Abd. Qadir Syam (PCNU) dan Letkol Arm Suhendra Chipta, M. Tr. Hanla (Dandim).

Atas penghargaan yang diberikan Kemendes PDTT RI tersebut, Sentra Komunikasi Antar Kades (SKAK) memberikan selamat kepada kelima tokoh penerima Piagam Lencana Bakti Pembangunan Desa.

“Kerja-kerja nyata serta kepedulian Kajari, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD dan Ketua Tanfidiyah PCNU, sangat dirasakan manfaatnya oleh kami sebagai Kepala dan masyarakat Desa,” kata Mathari, SIP, Ketua SKAK.

Seperti yang dilakukan Kepala Kejari dan jajarannya, lanjut Mathari. Secara rutin meberikan  pendampingan kepada seluruh Pemerintah Desa yang akan menjalankan program pembangunan dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa (DD) sampai selesai masa Anggran.

Ditambahkan, mengingat Kades sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak tahu, baik secara tehnis maupun administrasi penggunaan DD. Sehingga berpotensi salah dalam penggunaannya.

Sedangkan Kapolres, sangat rajin menjalankan program Subuh Keliling (Suling) dan Jum’at Keliling yang rutin dilakukan di setiap Desa sampai saat ini. Kapolres melakukan komunikasi dan silaturahmi bersama masyarakat dengan tanpa ada jarak.

“Dalam upaya bersama sama menciptakan kondisi tentram dan damai. Terutama pada saat kita mengalami Pandemi Covid 19. Karena virus dari Wuhan Cina ini berdampak langsung pada seluruh aspek kehidupan masyarakat,” kata Kades Bukor Kecamatan Wringin ini.

Kehadiran Kapolres dan Bapak Dandim bersama anggotanya, memberikan rasa keamanan dan ketertiban masyarakat di saat kita  dihantam virus corona.  Dampaknya sangat terasa bagi masyarkat desa dan kesulitan ekonomi memicu masalah sosial serta criminal.

Disiplin masalah kedisiplinan, tambah Mathari, minimnya pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 menyebabkan banyak kasus penolakan untuk melakukan vaksin dan penguburan jenazah sesuai SOP CoViD.
Dikatakan, kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas berhasil menjalankan fungsinya dalam memberikan pengertian kepada masyarakat di setiap desa. Yang pada akhirnya masyarakat memiliki kesadaran pentingnya menerapkan standar Protokol Kesehatan. Masyarakat sadar dengan menghilangkan stigma negatif  dan diskriminasi sosial kepada penderita Covid-19.

Sementara Dandim dan anggota Kodim 0822, juga rutin melakukan silaturahmi bersama masyarakat  dalam mengawal percepatan kemajuan desa. “Melalui program TNI Manunggal, pembentukan Kampung Pancasila, Babinsa Masuk Dapur dan pemanfaatan lahan tidur sebagai Demplot pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan,” jelasnya.

Kepedulian Kapolres dan Dandim beserta kepada masyarakat, dibuktikan dengan selalu mengikuti kegiatan “Sapa Warga Bina Desa” yang dilakukan oleh PC NU Bondowoso. Kegiatan Sapa Warga Bina Desa ini diselenggarakan dengan tujuan mendekatkan diri kepada masyarakat.

Untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan menjadikan jalinan tali silaturahmi antara Polri, TNI, Tokoh Agama dan Tomas dengan masyarakat untuk kemajuan Kabupaten Bondowoso

“Kepada H. Ahmada Dhafir, Ketua DPRD saya juga menyampaikan terima kasih. Yang tidak pernah lelah mendampingi Kades dan selalu mengingatkan untuk selalu taat terhadap aturan dan bersungguh sungguh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *