Soal Pembongkaran Aset, DPRD Situbondo : Kami Tidak Pernah Menyetujui

Ketua DPRD Situbondo, Edi Wahyudi

 

 

MutiaraIndoTV.com.  (SITUBONDO) – DPRD Kabupaten Situbondo, Membantah keras Penghapusan aset dan pembongkaran bangunan di belakang Pendopo Bupati Situbondo, yang merupakan Objek, Diduga Cagar Budaya (ODCB) di Kabupaten Situbondo, mendapat persetujuan DPRD Situbondo.

Menurut Ketua DPRD Situbondo, Edi Wahyudi, tidak benar kalau ada yang menyampaikan bahwa pembongkaran bangunan yang ada dibelakang pendopo Bupati itu, atas pesertujuan DPRD Kabupaten Situbondo.

” Karena kami tidak pernah diajak koordinasi atau rembug apalagi melakukan pembahasan terkait persetujuan pembongkaran bangunan yang ada di belakang Pendopo Bupati, yang diduga Cagar budaya,” Ungkap Ketua DPRD Situbondo, Edi Wahyudi.

Menurutnya, kalau di APBD tahun 2021 itu, terkait masalah rehap yang ada di Pendopo Bupati, seperti taman, gasebo tempat untuk istirahat para tamu untuk cangkrukan, didalamnya itu tidak ada pembongkaran aset yang diduga Cagar budaya , artinya tidak benar bahwa pembongkaran Bangunan Gedung yang ada di belakang Pendopo Bupati itu mendapat persetujuan DPRD, sekali lagi itu tidak benar, Tutur Mantan Jurnalis Edi Wahyudi.

Diberitakan sebelumnya Kabag Humas, Polres Situbondo, Iptu Achmad Sutrisno, mengungkapkan, pihak Polres Situbondo juga akan melayangkan surat panggilan ke OPD OPD terkait secara maraton dalam rangka mencari dan mendalami peristiwa penghapusan dan pembongkaran Gedung di Belakang Pendopo Bupati Situbondo.

“Untuk menentukan masalah Gedung Cagar Budaya yang ada Di Belakang Pendopo apakah sudah atau belum teregistrasi sebagai Cagar budaya, maka pihak Polres Situbondo, selanjutnya akan mendatangkan tim ahli, untuk menentukan apakah bangunan di belakang pendopo yang dibongkar masuk Cagar budaya atau bukan kita masih menunggu penjelasan Tim Ahli, setelah itu baru bisa menyimpulkan, dan menggelar perkara,” Ujar Kabag Humas Ahmad Sutrisno.

Namun ketika ditanya lebih jauh nama dua pejabat Pemkab dan instansi mana saja yang akan dimintai klarifikasi, Kabag Humas belum bisa memberikan penjelasan secara detail nama dan dinasnya dari mana dengan alasan dua ASN yang dimintai klarifikasi mulai dari jam 09.00 sampai jam 16.30 WIB masih belum selesai dimintai klarifikasi oleh tim penyidik.

” Dua ASN tersebut yang hari ini dimintai klarifikasi belum tentu juga jadi saksi,” Pungkasnya

Sebelumnya tim identifikasi Polres Situbondo melakukan Full Budget di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo terkait kasus penghapusan dan pembongkaran bangunan Gedung Cagar Budaya di Belakang Pendopo Bupati Situbondo, pada Jumat (4/11). (SY).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *