Sosialisasi Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Kota Bersama Putih Sari Dan BKKBN

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Drg. Hj. Putih Sari, MM melaksanakan Sosialisasi Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Kota Tahun 2022 Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Minggu, 11 Desember 2022.

H. Jaini, Sekdin PPKB Kabupaten Bekasi menyampaikan pemaparannya, “stunting ialah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi pada balita yang di tandai dengan tinggi badan anak berada di bawah standar dengan anak seusianya. Anak stunting bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya, namun terganggu perkembangan otaknya juga.

Lanjut Jaini, persiapkan calon pengantin sangat penting untuk mencegah stunting, usia bagi wanita 21 Tahun, sedangkan untuk laki – laki usianya 25 Tahun. Asupan makanan bergizi bagi ibu hamil sangat penting untuk mencegah bayi stunting, yaitu dengan banyak makan sayur, buah serta susu.

Masih kata Jaini, usahakan tiga bulan sebelum menikah harus ada pendamping keluarga dari Desa setempat, gunanya untuk memantau kesehatan si calon pengantin dan hindari dari kekurangan darah/Anemia. Boleh menikah diusia kurang dari 21 Tahun, tapi harus menunda dulu untuk mempunyai anak.

Drg. Hj. Putih Sari, MM menyampaikan, “stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama karena angkanya masih cukup tinggi di Indonesia, tugas kita bersama untuk mengkampanyekan bahaya stunting dan cara mencegahnya.

Lanjutnya,kami dari Komisi IX selalu mendorong BKKBN Pusat, untuk selalu melaksanakan sosialisasi percepatan penurunan stunting di tingkat Kabupaten/Kota di Indonesia.

Masih kata Putih Sari, menjaga kesehatan calon pengantin sangatlah penting untuk kesehatan Ibu dan bayi di saat nanti mengandung dan melahirkan. Asupan makanan yang bergizi yaitu dengan menkonsumsi sayur dan buah sangat di butuhkan untuk menjaga kesehatan ibu dan calon si bayi itu sendiri.

Anindita dari BKKBN Provinsi Jawa Barat menyampaikan, “tadi sudah di sampaikan di awal apa itu stunting dan cara mencegahnya. Saya hanya menambahkan sedikit untuk para calon pengantin sebaiknya di persiapkan jauh jauh hari dengan matang, semua itu demi kebaikan si ibu dan calon bayinya.

“Ada beberapa hal yang harus di perhatikan agar si calon bayi nantinya tidak stunting, perhatikan pola makan sang ibu saat hamil, periksakan ke puskesmas minimal 4 kali dengan di dampingi suaminya. Perhatikan juga pola asuh saat si bayi lahir nanti, banyak banyaklah memberi asi kepada si bayi selama enam bulan.

Acara di akhiri dengan pembagian dorpriz berupa 2 unit Setrika, 2 unit Magicom, 2 unit Magicom dan 1 unit Sepeda Gunung pemberian dari Putih Sari dan BKKBN. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *