Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Obat Dan Makanan Bersama Komisi IX DPR-RI Putih Sari

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan B-POM di Bandung bersama mitra kerja Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), dari Fraksi Partai Gerindra drg. Hj. Putih Sari, MM kembali menyelenggarakan Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama Tokoh Masyarakat.

Sesuai dengan Pilar ke tiga sasaran prioritas Nasional Badan Pengawasan Obat dan Makanan B-POM, yaitu Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Obat dan Makanan dalam rangka meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan di seluruh Indonesia, balai Besar POM di Bandung mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyebaran Informasi kepada Masyarakat di Desa Satria Jaya Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Kamis, 17 November 2022.

Di hadiri Ir.Rusdiana MSC dari BPOM Bandung, Dedi Supratman yang mewakili drg. Hj. Putih Sari, MM, Repsih Monggawati Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Kadus Ismail yang mewakili Kades Satriajaya, Bimaspol, Babinsa Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Acara berlangsung di Gor Futsal Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kamis 17 November 2022.

Dedi Supratman menyampaikan, “saya mewakili Ibu drg, Hj. Putih Sari menyampaikan permohonan maaf karena beliau belum bisa hadir di karenakan kurang sehat, beliau juga berpesan kepada saya untuk menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan kita dan keluarga kita.

Lanjutnya,sebelum membeli obat atau mengkonsumsi obat sebaiknya Cek KLIK, Cek Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi pada Lebel, pastikan memiliki Izin edar serta cek masa Kadaluarsanya, nanti dari narasumber akan menjelaskan lebih lengkap apa itu Cek KLIK.

Ibu Rusdiana menyampaikan, “sebelum membeli masyarakat harus mewaspadai kemasan pangan bagus apa tidak, jika kemasan rusak konsumen harus menukarnya dengan kemasan yang masih bagus, karena kalau kemasan rusak bisa membahayakan bagi konsumen.

“Kita harus pandai apabila pangan yang di beli aman dan kemasan utuh, tidak penyok dan rusak itu menandakan salah satu bahwa kemasan itu sudah aman. Harus di perhatikan, yakni Lebel yang tertulis seperti komposisi yang terdapat pada kemasan tersebut.

Berikutnya, Izin edar merupakan jaminan pada konsumen pada produk yang di beli itu aman dan bermutu, kalau sudah izin edarnya berarti produk pangan tersebut sudah di uji mutu dan kemasannya.

Selanjutnya, kadaluarsa harus di perhatikan saat membeli produk, di mana pelaku usaha mencantumkan batas waktu kadaluarsa. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *