T-Puber Dinilai Hanya Tipu-tipu

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR – T-Puber solusi yang ditawarkan pemerintah untuk meminimalisir kecurangan pendistribusian pupuk bersubsidi. Tapi ternyata, Mafia Pupuk lebih canggih dalam merekayasa input data terhadap aplikasi tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi DPRD Bambang Suwito. Menurutnya, di Kecamatan Tegal Ampel sampai dengan bulan September, pupuk bersubsidi yang di distribusikan ke kios total 378.000.

“Sedangkan pupuk bersubsidi yang didistribusikan pada petani versi T-Pubers berjumlah 794.649 ton. Ada kelebihan realisasi pada petani 416.649 kg. Apa Distributor mengirim langsung ke petani?,” tanyanya.

Niser Pada Jokowi, kata mantan Kades Kupang ini, kareh “cong macoccong” se ejellasagi subsidi 30 trilyun untuk Pupuk Bersubsidi. Tapi digarong oleh orang serakah yang tiadk bertanggungjawab.

Namun, Moh. Sinol, mantan anggota DPRD dari Fraksi PKB mengatakan, tafsirnya bisa ada beberapa kemungkinan. Yang di Kios Pupuk tidak tersebar ke petani, kemungkinan ada intervensi dari Distributor.

“Atau Kios tidak punya modal untuk menebus pupuk bersubsidi tersebut. Ahirnya petani langsung datang ke Distributor untuk membelinya, dan atau ada faktor lain,” kata Sinol, sapaannya, rabu 5/10.

Data petani penerima Pupuk Bersubsidi di kios, lanjutnya, sebetulnya berdasarkan RDKK, hanya 378.000 ton. Tapi masih ada petani yang tidak tercover, sehingga diatasi Distributor.

Disisi lain, Drs. H. Buhari Mun’im, Wakil Ketua DPRD mengatakan, petani tidak mengerti Distributor dan Kios, yang petani tahu pupuk bersubsidi langka. Berhadapan dengan langka-langka inilah petani males bercocok tanam.

“Tujuan Presiden Joko Wi mulya, tetapi sampai dibawah membawa mudlarat. Karena ada oknom yang mengambil kesempatan dalam penderitaan petani,” kata H. Buhari, sapaannya. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *