Berita TerbaruPemerintahan

Tak Izin Dan Pamit Ke Pihak Dinas Terkait, Kontraktor Pembangunan Relokasi Embung Di Perumahan Niken

×

Tak Izin Dan Pamit Ke Pihak Dinas Terkait, Kontraktor Pembangunan Relokasi Embung Di Perumahan Niken

Sebarkan artikel ini

Mutiaraindotv – Perum. Niken Jaya, Kota Lubuklinggau, Maraknya pembangunan fasilitas umum yang mengatasnamakan untuk kepentingan rakyat, dengan berbagai bentuk bangunan baik gedung, jalan, Siring dan juga normalisasi sungai serta pembuatan daerah peresapan air menjadi embung dan kawasan destinasi keindahan didalam satu komplek perumahan ataupun perkampungan.

Ini yang saat ini sedang dibangun sebuah kawasan perumahan yang berlokasi di PW74+VQ9, Nikan Jaya, Kec. Lubuk Linggau Tim. I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yaitu normalisasi aliran Siring untuk dijadikan embung dan kawasan taman direncanakan lengkap dengan joging trek. Masyarakat sekitar ada sebagian yang setuju ada sebagian yang tak setuju, ya namanya pembangunan pasti ada pro dan kontra. Itu semua tergantung dari peruntukan dan segi manfaatnya bagi masyarakat sekitar yang berdekatan dengan lokasi tersebut.

Salah satu warga inisial P, melaporkan ke Tim Mutiaraindotv, bahwa ada pembuatan sejenis kolam retensi sebagai penanggulangan banjir, dan untuk juga untuk dijadikan kawasan joging trek dan taman serta bisa dimanfaatkan warga buat embung. Tapi itu semua hanya sebagian warga yang tau ceritanya sebab sebagian warga bertanya apa benar itu mau dibuat seperti itu. Nanti hanya pengerukan aja dan di semen kiri kanan selesai, pak.

Dikarenakan terkait pembuatan kawasan retensi ini emang cukup alot saat rapat bersama warga sekitar yang dihadiri Camat Timur I Wahyu dan Lurah Niken Jaya serta pihak kontraktor dari Palembang. Sebab sebagian warga simpang siur mendengar isu terkait pembuatan kolam retensi sebagai penanggulangan banjir, nanti malah menjadi luapan bagi warga sekitar lokasi.

Sedangkan hasil koordinasi Tim Mutiaraindotv bersama warga pagi hari ini Jumat, 03 November 2023, di kawasan rencana pembangunan kolam retensi tersebut, warga mengeluhkan material yang diangkut pihak kontraktor berserakan dijalan tempat kami warga lalui untuk melakukan aktivitas. Ya lihat sendiri sepanjang jalan dan juga pas didekat lokasi, nanti kelamaan jalan aspal kami jadi hancur oleh alat berat saat beraktivitas, katanya.

Hasil konfirmasi Tim Mutiaraindotv ke Dinas Lingkungan Hidup, terkait pembuatan embung atau kolam retensi itu sampai saat ini kami tidak diikut sertakan apalagi dilibatkan. Karena biasanya semenjak semua izin online jadi pihak kontraktor cukup mengantong izin secara online (OSS). Tapi seharusnya pihak kontraktor harus membuat laporan terkait adanya kegiatan pengerukan disekitar lokasi karena jika terjadi apa-apa kami bisa bantu turun, nah kalau ini kami pun pasti berdiam.

Dan bukan hanya itu saja pihak kontraktor pun tidak ada pamit ke Dinas PU Tata Kota dan Tata Ruang Kota Lubuklinggau, terkait pembuatan Embung ataupun Kolam Retensi sebagai pengendali banjir. Seharusnya pihak kontraktor menyerahkan DED, Master Plan dan yang lainnya, sebab jika terjadi sesuatu ada hal yang tak diinginkan Dinas PU pasti ikut turun. Begitu juga hasil koordinasi tim mutiaraindotv ke Dinas Perizinan Kota Lubuklinggau, terkait masalah tersebut, mengatakan bahwa pemborong membuat izin secara online (OSS) jadi ya begitu lah semenjak online daerah jarang dilibatkan dalam hal tersebut. Padahal kawasan yang akan dibangun berlokasi di perumahan Niken milik pemerintah daerah kota Lubuklinggau.

Info terbaru yang diterima tim mutiaraindotv bahwa nilai paket pembuatan embung atau pun kolam retensi tersebut bersumber dari Aspirasi Dewan Provinsi Sumsel yaitu Bapak Hasbi, info ya dananya senilai kurang lebih Rp. 700 Juta, pak. (018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *