Tak Singkron, Disdik 3 Hari 2 Malam, BKSDM 2 Hari 1 Malam Dan Peserta 1 Hari Semalam

Mutiaraindotv, Kota Lubuklinggau – Sumatera Selatan, 27 orang peserta Seleksi BCPS, yang terbagi dua yaitu dari TK sebanyak 1 orang, SD sebanyak 8 orang dan SMP sebanyak 18 orang. Resmi dibuka langsung oleh AS III Setda Lubukklinggau H. Tamri, yang dilaksanakan di Hotel Amazing Lubuklinggau. Senin 18 Oktober 2021, sekira pukul 09.00 Wib.

Seleksi Bakal Calon Pengawas Sekolah (BCPS) ini, diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 24907/B.B13/Hk/ 2018, tentang “‘ Petunjuk Teknis Pendidikan dan Pelatihan Fungsional Calon Pengawas Sekolah dan Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kompetensi Pengawas Sekolah “‘. Proses yang harus dilalui dalam seleksi BCPS sama dengan seleksi BCKS, yaitu melalui Seleksi Administrasi, Seleksi Substansi, dan Diklat Calon Pengawas Sekolah.

” Seleksi BCPS ini, dilaksanakan oleh Dinas pendidikan bersama BKSDM, melalui LPMP Kota Lubuklinggau. Dimulai dari tanggal 18 Oktober sampai dengan 20 Oktober 2021 sesuai undangan yang telah disampaikan ke peserta “.

Tabrani, Kasub / Kasi Disdik Kota Lubuklinggau, Tabrani tertanggal 26 Oktober 2021 menjelaskan ke Tim Mutiaraindotv, bahwa kegiatan calon pengawas sekolah, proses awalnya seleksi administrasi dulu mulai dari kepangkatan, masa kerja dan yang lainnya. Setelah mendapatkan calon peserta yang lulus administrasi, langsung diupload di sistem yaitu sim Diklat, setalah itu langsung mengajukan permohonan untuk dilaksanakan seleksi melalui LP2KS.

” Dan sekarang namanya menjadi LPPKSDPS (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah), setelah itu selesai ditunjuklah, karena disini kan ada pelatihan yang namanya LPMP, sehingga seleksi subtansi. Sistem pengelolaan, anggaran ada di Dinas Pendidikan, kita mempunyai BULD (Bandiklat). Maka dilakukan lah MoU antara pihak Dinas Pendidikan dengan BKSDM bersama LPMP dan LP2KS, sebagai pelaksana sehingga terlaksana lah seleksi tersebut “.

Kita sifatnya BULD kan bisa menerima setoran dan semua asesor itu yang menentukan LP2KS dengan LPMP. Untuk mencari tenaga yang mempunyai lesensi yang memiliki sertifikat. Dan terkait proses penilaian dari asesor, hasilnya dikrim ke LP2KS. Dan LP2KS  menerbitkan berapa yang lulus dan tidak lulus, langsung dikirim ke BKSDM. Berdasarkan hasil tersebut BKSDM langsung mengeluarkan pengumuman yang sudah keluar.

Dan Tim Mutiaraindotv mempertanyakan kembali terkait pelaksanaan seleksi calon pengawas tersebut seharusnya dilaksanakan dimana…?. Ya seharusnya dilaksanakan di Bandiklat, karena fasilitasnya sudah lengkap. Disebabkan bandiklat lagi ada kegiatan dan ruangan penuh, ya kewajiban bandiklat menginapkan peserta di Hotel, karena sifatnya Disdik hanya sebagai pembayar, pungkas Tabrani.

Lanjutnya terkait pelaksanaan 3 hari, peserta 2 hari dan 3 hari persiapan untuk Asesor, karena asesor sebelum pelaksanaan sudah hadir di Kota Lubuklinggau. Terkait penilaian setau saya kan adanya paparan, wawancara disanalah asesor menggali pengalaman peserta. Intinya Disdik hanya proses menyiapkan peserta calon pengawas sesuai kreteria dan ini sesuai dengan petunjuk Kemendikbud. Dan jika tak masuk kreteria tidak akan bisa masuk ke sistem aplikasinya. Jika terkait masalah pangkat, masa kerja dan umur serendahnya 54 tahun, jika memenuhi syarat tersebut bisa masuk ke sistem aplikasinya.

” Selang waktu Tim Mutiaraindotv konfirmasi dengan Kasub disdik Tabrani, datang menghampiri Tim, Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Dian Chandera, M.Si, bertanya…?, ada masalah apa ditanyakan, katanya “.

Kadisdik Dian menambahkan bahwa pelaksanaan seleksi calon pengawas itu BKSDM melalui UPT Bandiklat. Disdik hanya sebatas membayar dari kegiatan seleksi calon pengawas tersebut. Dan mulai pelaksanaan benar direncakan kegiatan dimulai dari tanggal 18 Oktober sampai 20 Oktober 2021, sesuai udangan di hotel Amazing. Namun dikarenakan keadaan dilapangan melaksanakan 2 hari 1 malam.

” Lanjut Kadisdik, ya Kepala Sekolah itu malahan lebih diutamakan mengikuti Cawas ini, jika memungkinkan. Tapi semua guru boleh ikut asal memenuhi syarat seperti Pangkat, Umur, Masa Kerja dan Sertifikat pendidik, kalau itu tak ada tidak bisa ikut. Yang jelas bidang penyeleksian itu dari pihak LP2KS kita hanya mengasih berkas peserta.

Asisten III Setda H. Tamri menyampaikan ke Tim Mutiaraindotv tertanggal 27 Oktober, benar saya membuka acara saja, sebenarnya bukan wewenang saya dikarenakan tak ada yang lain. Itu sebenarnya wewenang Sekda, setelah makan siang pulang selebihnya dak tau, ucapnya.

Sedangkan Sekban BKSDM, Bu Medhioline sw, ke Tim Mutiaraindotv tertanggal 27/10/21 mengatakan kegiatan seleksi calon pengawas dilaksanakan di hotel Amazing, dikarenakan banyaknya kegiatan dan jadwal padat digedung Bandiklat. Oleh karena pihak LPMP dan BKSDM hanya memfasilitasi tempat saja, dikarenakan Kadisdik minta tolong kegiatan seleksi calon pengawas harus dilaksanakan. Dan kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, menginap 1 malam untuk peserta. Memang kalau melihat jadwal dari penyelenggara benar selama 3 hari, tapi setelah acara pembukaan dihitung disesuaikan dengan anggaran cukup dilaksanakan selama 2 hari bagi peserta. Dan pihak asesor sehari sebelum pelaksanaan sudah ada di Kota Lubuklinggau.

Acara dilanjutkan dengan paparan, wawancara dan ada penilaian teknis itu semua dari LPMP, kalau kami dari BKSDM hanya merangkul para peserta saja. Dan pelaksanaan hari pertama sekitar jam 07.00 Wib sampai jam 17.30 Wib dan asesor ya langsung upload.

Lanjut buk Sekban, yang namanya jadwalkan bisa berubah yang bersifat tentatif, sebab kita kan hanya sebatas tuan rumah. Bersifat membantu seleksi Cawas, agar terlaksana. Dan terkait pelaksanaan tetap dua hari dan menginap satu malam bagi peserta. Karena ini disesuaikan dengan anggaran yang ada. Bagi yang mendapatkan sesi terakhir paparan sampai jam 18.00 wib. Sebab untuk 27 orang proses wawancara membutuhkan waktu, ucapnya.

” Setiap penguji ada 6 orang Asesor yang didatangkan yaitu dari Provinsi Sumatera Selatan 2 orang, Jambi 1 orang, Bengkulu 1 orang, Sumatera Barat 1 orang dan dari LPMP Provinsi Sumsel sebagai pengelola data yang langsung dibawah ke LP2KS sebanyak 2 orang “.

Terkait yang menilai layak atau tidak itu ada di Asesor, karena mereka semua dari luar Kota Lubuklinggau. Peserta dibagi 3 kelompok, dan dari 27 orang tersebut diuji langsung oleh Asesor. Dan saat penilaian kami seluruh panitia disuruh keluar baik dari BKSDM dan Dinas Pendidikan oleh Asesor. Setelah selesai di upload yang dikeluarkan, hasilnya dari LP2KS siapa saja yang lulus, ujar Bu Sekban BKSDM.

” Masalah lain tidak ada yang menyangkut masalah teknis mereka semua, kita dari BKSDM dan Disdik hanya menunggu hasil dari kelulusan saja. Untuk ladang sektor dari kegiatan Cawas ini, terkait anggaran benar ada di Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau. Kami hanya selaku UPT Diklat, memfasilitasi saja. Di hari ke 2 kegiatan Cawas bagi peserta itu dilaksanakan sampai jam 16.00 wib, sore. Peserta yang belum dapat jadwal dipersilahkan untuk istirahat dulu dikamarnya masing-masing, menunggu panggilan. Itu semua sama seperti hari pertama bagi peserta Cawas sekolah “, tegasnya.

Sedangkan informasi yang kumpulkan oleh Tim Mutiaraindotv, lain hal yang telah disampaikan baik dari Disdik dan BKSDM. Diantaranya terkait masalah hasil tes terkesan terburu-buru dan banyak penyerahan proposal untuk pemaparan banyak yang terlambat. Dan bukan hanya itu waktu pelaksanaan pun banyak peserta datangnya tak tepat waktu tapi bisa lulus.

” Masalah jadwal pelaksanaan pagi sekitar jam 07 pagi, kami datang ke hotel Amazing langsung mengisi absen dan menyerahkan berkas tesis (proposal). Dan sekitar jam 09.00 Wib, pagi pada hari Senin, 18 Oktober 2021, acara baru dimulai. Yang dibuka oleh Asisten III, H. Tamri, sampai jam 11 lewat, langsung makan siang. Sesuai shalat Zuhur acara langsung dimulai dengan paparan proposal dan wawancara sampai jam 17.30 Wib.

Terkait kunci kamar baru diserahkan ke peserta oleh Panitia Pelaksana sekira pukul 11.00 Wib. Dan untuk 1 kamar berisi 2 orang. Sebanyak 11 kunci kamar yang di sewa pihak Disdik dan BKSDM untuk peserta sebanyak 27 orang.

Dan terkait masalah pelaksanaan seleksi Cawas tersebut hanya 1 hari, besoknya (hari kedua 19 Oktober 2021), sekitar jam 10 pagi semua peserta dibubarkan oleh panitia dikarenakan tak ada acara penutupan. Dan pihak hotel minta kunci kamar, peserta serahkan kunci kamar dengan ibu Siti roro.

” Jadi kalau yang disampaikan panitia itu dihari kedua tersebut sampai jam 16.30 Wib, itu bohong…..!. Karena kami yang telah selesai paparan kemarin sudah diumumkan bahwa acara seleksi Cawas ini tidak ada acara penutupan, ya sesuai instruksi panitia kami bergerak pulang pak.

Bukan hanya itu saja pak disaat selesai paparan mewakili koordinator SD isinial S (Kepsek) kita patungan buat oleh-oleh untuk tim Asesor dan itu pun ada panitia yang duduk didalam ruangan. Dan masalah spanduk yang biasanya setiap acara dihotel pasti dipasang diluar hotel ini tidak ada yang ada hanya diruang miting room saja.

Pihak hotel Amazing saat diwawancarai Tim Mutiaraindotv menyampaikan benar adanya Pelatihan yang dilaksanakan oleh pihak Pemkot disini. Kegiatan dimulai Senin 18 Oktober dan selesai 19 Oktober pagi. Terkait kamar yang di sewa itu superior double ya kisaran harga 400 – 500 rb, pak. (Tim MITV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *