Tanggapan Kabid Kebudayaan Terkait Keterlambatan Gaji OB Dan Security Gedung Juang 45 Tambun

oleh -63 views

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Terkait keterlambatan dan keluhan OB dan Security Gedung Juang 45 Tambun, Kabupaten Bekasi yang sudah hampir empat bulan belum gajian, Kepala Dinas Kebudayaan angakat bicara kepada media. Rabu, 28 April 2021.

Dari keteragan Kepala Dinas Kebudayaan Reza, “bahwasanya kita sangat mengerti dengan keluhan Security dan OB. Yakni para pekerja yang bekerja di Mesium Digital Gedung Juang 45 Tambun, mereka dulu adalah para Relawan yang menjaga dan mengurus Gedung Juang 45 Tambun.

Dari itu Kepala Dinas Dispora Rahmat Atong memberikan jasa mereka dengan di pekerjakan untuk menjaga Museum Gedung Juang 45, dengan di keryakan menjadi Security dan OB. Mereka bukan Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas karna Security bukanlah bagian Dinas Pemerintah Daerah, Dinaslah bekerja sama dengan jasa outsourcing. “Ujarnya.

Dan Security Mesium Gedung Juang 45 Tambun berjumlah enam orang, dan  Dinas Kebudayaan sudah memberikan jasa mereka dengan menjadi satpam atau Security yang selama ini Relawan yang merawat Gedung Juang 45 Tambun sampai menjadi Museum Digital.

Kepala Dinas Dispora Rahmat Atong memberikan kebijakan kepada mereka menjadi Security dan diberikan gaji, kalau pribadi saya boleh. Arahan Rahmat Atong itu di akomodir bagus, “karna bagaimana juga pribumi di situlah mereka. “Ucapnya.

OB dan Security bagian dari Gedung Juang 45 Tambun yang tidak terpisahkan, dengan Disbudpora yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga. Yaitu outsourcing, peran mereka tidak bisa diremehkan oleh karena itu pimpinan menitipkan kepada outsourcing.

Agar OB dan Security diprioritaskan dari Relawan yang sudah bekerja di Gedung Juang 45, tapi tetap kalau Securitykan standarnya harus ditegakan dan harus mengerti sebagai pengamanan yang berjasa jaga gedung dan gedungnya bukan sembarangan yakni Museum, makanya beda jaga di Bank sama jaga di Gedung museum ia beda.

Nah sekarang keputusan ada di pimpinan dan saya punya standar dan melatih orang tuh tidak sembarangan, kalau bisa merasa di mix jadi mereka beradaptasi dengan security yang benar – benar terlatih dan kadang ada keluhan masuk Gedung Juang 45 Tambun ada ditutup.

Kendala keterlambatan yang pertama memang anggaran kita baru diketok palu, jangankan untuk bayar outsourcing, pegawai TKKWT aja atau Tenaga Harian Lepas (THL) belum  dibayar yang disini. Jadi ketika mereka menyampaikan keluhanya, saya hanya jawab jangankan situ, “nih Staf saya belum pada dibayar gajinya juga, dan outsourcing pun belum dibayar mereka juga. “Ujarnya. (Mariam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *