Tembakau Situbondo Dikenal Di Mancanegara

oleh -6 views

MutiaraindoTV, Kabupaten Situbondo – Jawa Timur. Bupati Situbondo Drs.H.Karna Suswandi, MM yang akrab dipanggil Bung Karna saat diwawancarai beberapa awak media mengatakan, “kualitas tembakau di Kota Santri Pancasila sangat bagus. Sehingga produk tembakau Kabupaten Situbondo bisa menembus pasar domestik dan internasional.

“Tembakau kita ini banyak dibeli oleh warga Bandung dan Jakarta, yang terkenal disini adalah tembakau Kayumas dan Tambeng, nah ini luar biasa sampai dikenal di mancanegara,” ucap Bupati di pendopo Kabupaten (Graha Amukti Praja). Rabu, 24 November 2021.

Pria yang akrab disapa Bung Karna ini menerangkan, tembakau di Situbondo diolah dalam rajangan.

“Rajangan ini ada dua jenis, yakni rajangan kasar yang dikeringkan untuk pabrikan cerutu dan yang halus untuk dilinting sendiri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bung Karna mengungkapkan, ada 11 Kecamatan di Kabupaten Situbondo yang menjadi sentra penghasil tembakau. Diantaranya, Arjasa tepatnya di Desa Kayumas dan Besuki di Desa Tambeng.

“Justru di daerah pegunungan itu kualitasnya yang sangat bagus, bisa jadi karena letak geografisnya yang ada di gunung atau tekstur tanahnya,” ujarnya.

Bung Karna mengakui, persoalan yang dihadapi oleh petani tembakau di Kota Santri Pancasila adalah musim hujan. Karena apabila tanaman tembakau sudah terkena air hujan, maka kualitas menjadi jelek.

“Untuk masalah pemasaran sampai saat ini tidak ada kendala, tanaman tembakau akan semakin bagus apabila kondisi cuacanya cerah berawan, sehingga harga jualnya juga akan mahal. “Tegasnya.

Untuk itu, orang nomor satu dilingkungan Pemkab Situbondo ini menyampaikan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Kota Santri Pancasila, salah satu dengan memberi bantuan pupuk urea gratis.

“Kita mengalokasikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk membeli pupuk urea non subsidi sebanyak 1228 Ton, dimana nantinya akan diberikan secara gratis kepada para petani yang memiliki lahan pertanian dibawah 200 desiare. Termasuk ke petani tembakau, jadi anggaran pupuk gratis ini kita ambilkan dari APBD dan DBHCHT. Totalnya Rp. 13,5 Miliar. “Pungkasnya. (SY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.