Terjadi Kecelakaam Tunggal Di Jalan Raya Kebagusan Pasar Minggu

Mutiara IndoTV – Jakarta. Di Jalan Raya Kebagusan, Pasar Minggu. Jakarta Selatan telah terjadi kecelakaan tunggal akibat regulator bocor yang menimpa pada pedagang Empe – Empe Palembang di Jalan Raya Kebagusan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selasa, 10 Juli 2018.

Yayan atau yang lebih akrab di sapa Empe diperkirakan berumur 65 tahun asal Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Dari saksi mata memberi keteranyan kepada wartawan media MutiaraindoTV, hal ini terjadi akibat tabung gas yang regulator mengeluarkan api.

Yang mengakibatkan tabung gas tersebut mengelurkan api, korban berusaha untuk mematikan dan mengeluarkan tabung gas. Supaya tidak terjadi ledakan, dibantu oleh petugas keamanan dan warga setempat dengan alat seadanya.

Akan tetapi api masih tetap menyala, korban pun telah diperingatkan untuk menjauh. Dan korban terus berusaha untuk mematikan api, akhirnya korban sempat terjatuh. Yang menyebabkan korban pingsan, lalu korban dibawa ke Llinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan awal.

Ternyata hasilnya korban dinyatak sudah tidak bernyawa lagi, tak lama kemudian pihak Kepolisian dari Polsek Pasar Minggu datang ke Klinik. Kemudian jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit terdekat bersama keluarga untuk di lakukan otopsi apa penyebab korban bisa meninggal dunia.

Sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi, apakah korban shock berat atau memang ada faktor lain. Kejadian ini di perkirakan sekitar jam 20.00.Wib, akhirnya api dapat di padamkan atas bantuan dari Pemadam Kebakaran dan warga. “ucapnya.

Dilihat dari kondisi korban keadaan, jasad masih keadaan utuh, hanya sedikit bekas sengatan api. Secara fisik keseluruhan masih keadaan normal, artinya jasadnya seperti tidak terjadi apa apa. Dari ungkapan teman dekat korban, korban termasuk orang lama dalam berjualan keliling dan mengontrak.

Karena faktor usia akhirnya korban mangkal di pinggir jalan, pas mau masuk ke Gor Ragunan. Pintu belakang Jalan Raya Kebagusan Pasar Minggj, korban sendiri di kenal rajin ibadah dan sering mengikuti sholat berjamaah. Ke akraban Korban dengan petugas keamanan Gor Ragunan terjalin cukup baik, maupun dengan atlit dan masyarakat sekitar, “ucapnya. (Suparno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *