Terkait Pembongkaran Jalan Paving Desa Asembagus, Warga : Dibongkar Dulu Baru Undang Warga Beri Pernyataan

Mutiaraindotv.com SITUBONDO – Sepertinya polemik Warga Desa Asembagus Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo dengan Kepala Desa Asembagus Achmad Sani belum kunjung Redah, terkait jalan paving yang dibongkar menurut pengakuan Kepala Desa diajukan Proposal Pengaspalan jalan melalui Pokmas Provinsi tak kunjung dikerjakan.

 

Apalagi menurut warga Andi akibat dibongkarnya jalan paving banyak warga yang menjadi Korban, yakni banyak yang terjatuh, akibat jalan yang rusak.

” Banyak korban mas, kalau tidak percaya silakan tanya warga setempat,” Ujar Andi

Bahkan polemik tersebut dilaporkan ke pihak DPMD Kabupaten Situbondo oleh LSM Angga Wiguna. Namun saat ditemui Mutiaraindotv.com Andi menerangkan bahwa warga sekitar jalan paving yang dibongkar merasa dirugikan akan melakukan aksi turun jalan dengan meminta amal dan urunan warga sekitar yakni swadaya masyarakat.

” Warga sudah jenuh menunggu janji sang kades, jadi kami warga sekitar jalan paving yang dibongkar dan banyaknya korban jatuh akibat jalan rusak dan licin melakukan aksi turun jalan,” Katanya dengan muka kecewa.

Sedangkan Kepala Desa Asembagus Ahmad Sani saat dikonfirmasi via telepon, menjawab dengan penuh santai dan seakan tidak ada masalah apapun.

” Sudah saya katakan itu sudah saya lakukan penghapusan Aset, kalau masalah paving seperti itu tidak butuh tandatangan Bapak Bupati, lagian saya adakan Musdes ada surat pernyataan warga dan tanda tangan warga yang setuju saat paving dibongkar, lalu apa lagi biarlah mas terserah mereka saja maunya apa,” Singkatnya.

 

Namun karena pernyataan kades Asembagus mengatakan sudah memanggil warga dan melakukan Musdes sebelum dilakukan pembongkaran Paving, H. Idham salah satu warga yang juga salah satu aktivis dari LSM Angga Wiguna langsung berhasil mengkonfirmasi Warga yang sangat terdampak dengan jalan rusak tersebut.

Pernyataan kades adanya Musdes dan pernyataan warga ditepis oleh warganya sendiri.

” Pemanggilan warga itu setelah adanya pembongkaran bukan sebelumnya, saya juga tidak diundang dalam musyawarah tersebut, jadi yang buat pernyataan itu setelah pembongkaran Paving, itu pavingnya dikasihkan ke saya bagus masih layak pakai,” Ujarnya.

Sedangkan H. Idham Chalid Mengatakan dengan menunjukkan sebuah video, bahwa apa yang warga katakan bukan Bulsyid.

” Foto serta video warga itu bukan rekayasa loh, ayo buktikan sama kades berani gak jumpa pers, debat kades dengan warga mana yang benar, Musdes dan buat surat pernyataan warga dulu baru pembongkaran Jalan Paving, atau dibongkar dulu baru diundang Warga ,” Tegasnya sambil tertawa terbahak-bahak.

(Frengky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *