Ternyata Eceng Gondak Bernilai Tinggi Sebagai Hasil Olahan Kerajinan Tangan

MutiaraindoTV, Kabupaten Musi Rawas – Sumatera Barat. Enceng Gondok menjadi salah satu hama bagi petani, namun berdasarkan hasil penelitian, hama ini bernilai ekonomis dan dapat menunjang perekonomian masyarakat, dengan dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan.

Bupati Musi Rawas meninjau langsung lokasi DAM/Bendungan Air Satan, Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Senin, 29 Oktober 2018.

Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan bersama Ketua TP PKK Musi Rawas Novi Hendra Gunawan, Plt Kepala Distanak Musi rawas, Kepala Dinas Perindag Musi Rawas, Kepala Dinas PUCK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Musi Rawas, Kepala Dinas Sosial Musi rawas. Serta OPD terkait dan Camat Muara Beliti meninjau langsung lokasi tempat tumbuhnya eceng gondok, yang berada di Desa Air Satan.

Tepatnya di Bendungan Irigrasi Air Satan, berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Syifaul Janan Kabupaten Musi Rawas.

Bendungan irigasi Air Satan merupakan bendungan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dengan luasnya kurang lebih 2 hektar yang mengaliri 1700 hektar sawah. Yang berada di Kabupaten Musi Rawas, bendungan ini memiliki kandungan air dengan PH 7.5 %. Sehingga banyak ditumbuhi tumbuhan eceng gondok, yang termasuk dalam kategori tanaman liar.

Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan menyampaikan, tumbuhan liar seperti eceng gondok dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai inovasi. Diantaranya daunnya dapat di jadikan makanan ternak dan batangnya dapat dijadikan kerajinan tangan, serta akarnya pun dapat dijadikan pupuk bio kompos.

Bupati mengajak masyarakat mari kita bersama bekerja, untuk dapat memanfaatkan potensi yang ada disekitar kita. Salah satunya tanaman eceng gondok yang dapat diolah menjadi produk bernilai, seperti anyaman topi, tas, dompet, dan lainnya yang berbahan dasar dari batang eceng gondok.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui TP PKK Musi Rawas akan bekerja sama dengan OPD terkait akan membantu, serta membina masyarakat dalam pengolahan tumbuhan eceng gondok tersebut. Sehingga dapat menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat dalam membangun perekonomian kerakyatan. Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi, mari bersama bekerja mengali dan maraup rezeki sekitar kita. (Awi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *