Ternyata Ini Penyebab Toserba Berkah Baru Yang Diduga Bodong Selama 10 Bulan

MutiaraindoTV, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Diduga Toserba Berkah Baru yang beralamat di Jalan Cidahu, Kampung Pondokkaso RT. 06/RW. 02 Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat belum mempunyai ijin alias bodong selama 10 bulan. Pasalnya pemilik perusahaan tersebut, mengaku bahwa Kepala Desa (Kades) Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu pernah meminta uang paket senilai Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah), sehingga menghambat pembuatan surat perijinannya.

Hal tersebut dikatakan oleh Akunting Toserba Berkah Baru Noval Ferdinan setelah mendatangi Kepala Desa Pondokkaso Tonggoh, menurut Noval Kades pernah meminta biaya paket senilai Rp. 6.000.000,- (Enam Juta Rupiah) untuk mengurus ijinnya. Selasa, 16 Oktober 2018.

“Saya pada hari Selasa datang ke Kantor Desa disambut dengan baik dan ketemu dengan Kepala Desa, waktu itu saya menanyakan proses perijinan dan Pak Kepala Desa memperlihatkan surat yang sudah diterbitkan yaitu surat ijin lingkungan, surat keterangan usaha dan surat domisili usaha, semua surat tersebut terbit pada bulan Desember 2017,” Ungkap Noval. Rabu, 17 Oktober 2018

Lanjut Noval, “setelah itu saya menanyakan untuk langkah selanjutnya dan dia mengutarakan ada biaya paket senilai Rp. 6000.000,- (Enam Juta Rupiah). Katanya uang tersebut, akan dibagi untuk Camat Rp. 3000.000,- (Tiga Juta Rupiah) dan sisanya untuk kas Desa Rp. 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan yang Rp. 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) lagi akan dibagikan kepada masyarakat yang sudah menandatangani surat ijin lingkungan beserta untuk staffnya, setelah itu saya langsung pulang karena tidak bisa memutuskan.

Selain itu, Noval mengaku bahwa ada oknum Dinas Perijinan yang menghubunginya lewat telpon dan ia meminta uang senilai Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) untuk mengurus perijinan sampe selesai.

“Setelah saya keluar dari Kantor Desa, tidak lama kemudian saya ditelepon sama Dadang yang mengaku sebagai Kepala Dinas Perijinan/DPMPTSP, dia menanyakan seputar perijinan. Setelah itu dia mengudang saya untuk datang kekantornya, agar mengurus perijinan dan dia juga sama meminta biaya untuk mengurus ijinnya sampai selesai dengan nominal Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah).” Tambah Noval setelah pulang dari Kantor Desa Pondokkaso Tonggoh Selasa Siang.

Sementara itu, Kepala Desa Pondokkaso Tonggoh Hendi Malik yang didampingi Penasehat Desa Elan Maulana saat dikonfirmasi di Kantornya, ia mengakui telah mengatakan hal seperti itu, bahkan menurutnya sampai sekarang ia belum pernah menerima uang dari Berkah Baru.

“Apa yang dikatakan saya benar, bahkan saya pernah menyampaikan awalnya bukan mereka yang mau urus, ya kalau mau diurus siapa yang mau ditugaskan oleh pihak perusahaan jangan menggunakan tangan orang lain yang tidak berkepentingan. Dan sampai sekarang saya tidak pernah menerima uang seribu pun, kalau dia bertanya berapa, ya saya memberikan penawaran dong dan itu wajar,” Jelas Hendi Malik

Lanjut Hendi, “kalau menurut saya apa yang dia lakukan gak jadi masalah, tetapi saya sampaikan seharusnya menurut aturan surat menyurat dari pihak Berkah Baru menyampaikan surat kepada Desa untuk dibantu membuat surat ijin lingkungan, surat domisili usaha dan surat keterangan usaha tapi sampai sekarang saya belum pernah menerima sepucuk surat dari Berkah Baru atas nama Pak Memet, itu semua ijin dibuat inisiatif saya sesuai aturan yang biasa kita lakukan”.

Sedangkan menurut Penasehat Desa Elan Maulana, dia mengaku memang benar pada waktu itu dia pernah meminta uang tetapi bukan ke Berkah Baru.

“Memang waktu itu saya pernah meminta uang, tapi hanya ke Pak Yayan si Pemilik bangunan, itu juga gunanya untuk membangun Desa bukan keperluan pribadi. Bahkan dari beberapa perusahaan lain pun yang ada di Desa ini memberikan uang pada waktu itu,” tegas Elan Maulana

Lanjutnya, kami meminta kepada Instansi Pemerintah yang mempunyai kewenangan terutama Kecamatan untuk menegakkan aturan yang berlaku, kalau perusahaan itu masih tetap buka, kami minta ditutup dulu sebelum ijinnya ditempuh dan sampai sekarang sudah 10 bulan berdiri saya belum pernah ketemu sama pemilik Berkah Baru.

Elan berharap kepada pemilik perusahaan Berkah Baru, untuk tidak beroperasional dulu sebelum menempuh semua perijinannya.

“Harapan saya kepada Berkah Baru kami ingatkan, anda sebagai pengusaha yang jelas tidak punya legalitas, tolong penuhi legalitas ini secara baik sesuai aturan yang berlaku. Kalau anda merasa belum punya legalitas jangan beroperasional dulu, kami tidak menghalang – halangi anda untuk membuat perijinan jangan terfokus kepada keuangan lakukan saja sendiri dan kami akan bantu semaksimal mungkin untuk perijinannya. “Tutup Elan Maulana. (Herwanto/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *