Waduh ! Ibu Kades Wringinanom Asembagus Jadi Agen E – Warung BPNT, Siap – Siap Kena Sanksi

Mutiaraindotv.com SITUBONDO – mengingatkan penegakan hukum terhadap bansos sesuai Undang-undang-undang nomor 13 tahun 2011 tentang penanganan fakir miskin akan diancam 5 tahun atau 500 juta rupiah denda.

Pemerintah Kabupaten Situbondo akan memberikan sanksi tegas bagi kepala desa dan aparatur desa yang bermain dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Terutama bagi kepala desa dan aparatur desa yang menjadi agen e-Warung BPNT.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Samsuri, S.Sos., M.M., membenarkan, adanya larangan tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah pusat pedoman umum (pedum) program BPNT. Aturan itu melarang ASN, kepala desa atau lurah, aparatur desa dan kelurahan, anggota badan permusyawaratan desa (BPD), badan permusyawaratan kelurahan (BPK), tenaga pendamping pangan BPNT, pelaksana program PKH, baik perorangan maupun berkelompok tidak diperbolehkan menjadi agen e-Warung, mengelola e-Warung maupun menjadi pemasok e-warung. Jika ada yang menjadi agen, silahkan laporkan sesuai peraturan yang berlaku.

“Yang pasti sudah melanggar. Dalam pedum sudah sangat jelas bahwa aparatur desa tidak boleh menjadi agen. Agen ini diperuntukkan untuk masyarakat setempat,” kata Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Samsuri, S.Sos., M.M.,,” Selasa (27/7/2021).

Dijelaskannya, penyaluran sembako BPNT di beberapa kecamatan saat ini sedang berjalan. Sementara agen penyuplai BPNT adalah pengusaha lokal.

“ Kita sudah lakukan launching di beberapa kecamatan agar program BPNT 2021 ini tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas. Makanya, kita utamakan penyuplai BPNT ini dari pengusaha lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral PT Teropong Post Jaya Wahyudi mengatakan, aparatur desa tidak boleh menjadi agen e-Warung BPNT.

“ Dalam pedum kan jelas aparatur desa maupun pendamping sosial tidak boleh menjadi agen BPNT, apalagi Ibu Kepala Kepala Desa sendiri berarti Kepala Desa sendiri toh sebagai Agen E-Warung” kata Wahyudi

Jika ditemukan ada apartur desa atau ASN yang menjadi agen e-warung, kata Wahyudi  pemerintah daerah harus memberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“iYa, kalau memang ada laporkan. Ada saksinya. Kita coret agennya. Masalah agen serahkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Wahyudi mengingatkan para camat agar melaksanakan tugasnya dengan baik. Kawal penyaluran bantuan ini dengan benar dan jalin koordinasi dengan pemerintah daerah.

“ Yang pasti di Desa Wringinanom Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo, diduga sudah ada dua penyuplai nakal dan itu sudah dievaluasi untuk tidak mendapatkan banyak lokasi penyaluran bantuan‎, masak agen E-Warungnya Istri Kades sendiri dan Adiknya si Kades di Daerah Wringin Anom Pabrik Kapas” ujarnya.

Sedangkan saat dikonfirmasi kepada kepala Desa Wringinanom Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo, pihaknya tidak menepis bahwa agen E- Warung BPNT tersebut memang dirumahnya sendiri dan di toko adiknya.

” Benar sudah sejak saya menjabat mas, jadi Agen E- Warung memang di toko Saya yang pegang Ibu Kades itu didaerah Widuri dan Banongan, kalau daerah Wringin Anom Pabrik kapas itu toko adik saya yang saya Tunjuk sebagai agen E-Warungnya namanya Ji Ucik,” Jelas Kades Ali Amsur.

Terkait 3 Tahap PKH 2021 yang cair, Ali Amsur mengatakan hanya 2 tahap yang diberikan karena yang 1 tahap tidak masuk di rekening.

” Kalau Desa Wringinanom Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo 2 Tahap yang diberikan, kalau yang 1 tahap memang dari pemkab katanya cair 3tahap namun tidak masuk di rekening, jadi kita bagi 2 tahap dulu,” Singkatnya.

Namun anehnya ada salah satu perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya pihaknya mengatakan bahwa pendataan penerimaan bansos PKH di desa Wringinanom Kecamatan Asembagus perlu dikroscek, karena diduga kuat tidak tepat sasaran.

” Saya tidak mau bicara coba saja cek, kayaknya banyak keluarga kades yang dapat atau yang memang benar benar berhak menerima tidak menerima ada yang punya mobil menerima, cek saja mas,” Tuturnya.

Sedangkan saat bertamu di Dua Kades yakni Kades Landangan Kecamatan Kapongan Kamirul Ma’arif dan Kades Agel Kecamatan Jangkar Chairil Anwar senada mengatakan sudah 3 tahap diberikan.

” Kalau di Desa Landangan saya konfirmasi sama E-Warungnya 3 tahap sudah diberikan semua tanpa kendala,” Paparnya.

Sedangkan Chairil Anwar selaku Kades Agel Kecamatan Jangkar, banyak yang 3 Tahap ada juga sih 2 tahap hanya sebagian itupun karena masalah pendataan saja namun kalau bicara tidak masuk di rekening itu lucu,” Ujarnya Kades dua Periode ini.

(Frengky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *