Wanita Berusia 51 Tahun Di Pontianak Diamankan Tim Siber Sebar Hoax Terkait Presiden

MutiaraindoTV, Kota Pontianak – Kalimantan Barat. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Provinsi Kalimantan Barat, melalui Tim Sibernya mengamankan sorang wanita berinisial SS (51 Tahun). SS karena diduga melakukan tindak pidana ITE, pelaku diamankan pada Kamis 11 April 2019 di Jalan Alianyang Pontianak.

Direktur Reskrimsus Polda Provinsi Kalimantan Barar Kombes Pol. Mahyudi Nazriansyah mengkonfirmasi tentang penangkapan tersebut dan menjelaskan, kronologis penangkapan.

“Benar, Tim Siber Ditreskrimsus Polda Provinsi Kalimantan Barat telah mengamankan seorang wanita berinisial SS, sebelumnya Tim Siber melakukan patroli media sosial dan menemukan akun Facebook pelaku.

Yaitu berisi ibu kandung Presiden Joko Widodo sebagai seorang Aktifis Gerwani (Gerakan Wanita Komunis PKI Indonesia) dan Ayah Presiden Jokowi berasal dari Negara Komunis Tiongkok China, ”ungkap Kombes Pol. Mahyudi.

Kombes Pol. Mahyudi menerangkan bahwa selanjutnya dilakukan tracing keberadaan pelaku dan didapati berada dilokasi di Jalan Alianyang Pontianak, kemudian Tim Siber menuju ke lokasi dan selanjutnya pelaku. Serta berikut barang bukti berupa handphone merek samsung S7, yang digunakan untuk memposting dibawa ke Polda Provinsi Kalimantan Barat.

Dari hasil pemeriksaan sementara motif pelaku mengunggah atau memposting tersebut, karena merasa sakit hati kepada Presiden Joko Widodo.

Pelaku juga menjelaskan, bahwa alasan sakit hati kepada Jokowi dikarenakan kubu pendukung Jokowi. Banyak menyerang melalui postingan yang mengejek – ngejek kubu pendukung Prabowo, sehingga pelaku sebagai pendukung 02 merasa sakit hati kepada Jokowi.

“Saat ini pelaku berada di Polda Provinsi Kalimantan Barat, masih dalam tahap pemeriksaan dan melangkapi berkas berkas termasuk saksi ahli. ”Tutup Direktur Krimsus Polda Provinso Kalimantan Barat Kombes Pol. Mahyudi

Dari perbuatannya pelaku dapat terjerat pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1.000.000.000.00. (Mia/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *