Warga Desa Teluk Pakedai Dua Mendatangi Kantor Desa, Menanyakan Tentang Pengelolahan Dana Desa Dan Kinerja Perangkat Desa

Mutiara IndoTV, Kabupaten Kubu Raya – Kalimantan Barat. Tidak kurang dari 20 warga Desa Teluk Pakedai Dua mendatangi Kantor Desa setempat, setidaknya ada bebera poin yang ingin warga sampaikan pada Pemerintah Desa. Yakni tentang pengelolaan Dana Desa, pengadaan alat tangkap ikan milik Kelompok Nelayan, pengangkatan prangkat Desa dan kinerja perangkat Desa. Kamis, (01/03/2018).

Massa juga menuntut trasnparansi kepemerintahan dan lebih komunikatif dengan Masyarakat, koordinator aksi Saipul di dampinggi Ketua BPD Teluk Pakedai Dua menyampaikan aksi warga. Kali ini hanya ingin mendapatkan penjelasan tentang apa yang menjadi ganjalan selama ini, di antaranya tentang pengelolaan Dana Desa.

Seperti Pengadaan alat perangkat tangkap ikan milik Kelompok Nelayan Desa teluk Pakedai Dua, pengangkatan Perangkat Desa, dan tentang Pembangunan Desa. “Ujar Saipul

“Kami hanya ingin mempertanyakan yang dalam kelompok besar ada beberapa, pengelolaan Dana Desa. Diantaranya pengadaan alat perangkat tangkap ikan milik Kelompok Nelayan, kinerja dari perangkat Desa teluk Pakedai Dua. Kami ingin ada transparasi, dalam konteks pengelolaan Dana Desa.

Diantaranya pengadaan alat tangkap ikan milik Kelompok Nelayan, yang sudah masuk anggaran dalam Dana Desa tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 64.113.000 (Enam puluh empat Juta seratus tiga belas ribu rupiah). Namun sampai saat ini belum terealisasi dan aneh Kami dapat kabar program tersebut, akan disilvakan oleh Kepala Desa teluk Pakedai Dua Jufri.” Terang Saipul dengan tegas di dampingi Hendri Ketua BPD Teluk Pakedai.

Ketua BPD Teluk Pakedai Dua Hendri menambahkan, karena hal tersebut. “Sehingga menimbulkan tanda tanya bagi Masyarakat. Terutama Kelompok Nelayan, dalam mekanismenya. Sebelumnya sudah dilakukan Musyawarah Desa (Musdes), hanya saja tidak sedikit aspirasi warga yang belum terealisasi.

“Tentang pengelolaan ini pada konteks pembangunan seperti berkelompok, kurang menyebar. Jadi Kami pengin tau sistem apa yang digunakan oleh Kepala Desa Di Musdes, diduga banyak aspirasi yang tidak terealisasi Itu katanya skala prioritas.

Tapi seharusnya skala prioritas pun disampaikan ke warga, jadi banyak aspirasi yang disampaikan cuma tidak terealisasi. Seperti dalam rapat Muspika dan Muspida, dalam penganggaran Dana Desa di anggarkan namun realisasainya tidak ada.” Terang Ketua BPD.Teluk Pakedai dua Hendri.

Selain itu Ketua BPD Teluk Pakedai Dua, Hendri juga mengatakan bahwa Terkait pengangkatan perangkat Desa. Ada beberapa Orang yang diangkat sebagai prangkat Desa, namun Masyarakat umum tidak mengetahui bagaimana prosesnya dan waktu pengangkatan. Hal tersebut dicurigai sebagai bentuk nepotisme, yang dilakukan oleh pemerintah Desa. Sebab dalam proses pengangkatan prangkat Desa ada beberapa kejanggalan yang Kita temukan seperti ijazah. Yang diduga tidak memenuhi syarat, dan seperti usia yang di duga sudah melanggar dan tidak mengacu kepada Undang – undang Nomor 6 pasal 65.

“Kami harapkan jika ada setiap pengangkatan, kalau mau tes ya tes secara transparan. Kepengingan Masyarakat ke depannya lebih direvisi lagi, seperti prangkat Desa. Intinya sosialisasi kurang, Kami kurang tau mekanisme pengangkatan prangkat Desa. Seperti apa Kami belum tau, apakah permusyawarahan atau penunjukan langsung dari Pemdes. Jadi perlu kami tanyakan,” Tegas Hendri.

Saipul menambahkan, sedangkan terkait kinerja perangkat, warga berharap ada perbaikan pola komunikasi antara Desa dengan warga. Tujuannya agar mengurangi kecurigaan selain itu, saran dan harapan warga bisa lebih tertampung lagi. Termasuk dalam pelayanan surat – surat juga, masih mendapat keluhan warga .

“Intinya sosialisasi ditingkatkan transparan, jadi tidak ada miss. Sehingga bisa berkesinambungan, kalau ada apa – apa dirembug dengan Masyarakat. Bukan keputusan satu belah pihak,” Terang Saipul Ketua BPD Hendri

Sementara itu Kades Teluk Pakedai Dua Jufri menyampaikan, proses pembangunan selama Tahun 2015, 2016, 2017 tetap berjalan. Sehingga dirasa aman – aman saja, dirinya tidak terlalu paham apa yang menjadi ganjalan Masyarakat. Kalau masalah tidak merata, Pemdes tentu menggunakan sistem skala prioritas.

Jika memang belum seluruh wilayah tersentuh kata dia, karena luasnya wilayah. “Saya katakan apa adanya, pengertian Kami tidak ada masalah, itu kalau bagi Kami itu merata. Jadi Kami prioritaskan, karena luasnya wilayah kami. ”Ujar Kepala Desa Teluk Pakedai Dua

Kades menambahkan, selama pembangunan menggunakan Dana Desa. Pihaknya selalu menjalankan sesuai mekanisme. Termasuk dengan melalui tahap Musdes, setiap Musdes dan perwakilan dari warga juga dilibatkan.

“Iya Saya akui itu khilaf Saya di situ, Masyarakat kurang dilibatkan, yang tidak dilalui dengan Musdes,” kata Kedes Teluk Pakedai Dua. Selain itu dirinya juga menerangkan Mengenai Pengadaan Perangkat alat tangkap Ikan milik Kelompok Nelayan diakui, bahwa dana yang sudah di anggarkan melalui Dana Desa tidak cukup. Karna setelah di surpe di lapangan ternyata, ada kenaikan harga. Sehingga ada rencana disilvakan dan akan di lanjutkan tahap selanjutnya pada tahun 2018.

Tapi karna adanya desakan oleh Kelompok Nelayan, “bahwa program tersebut harus terealisasi secepatnya. Maka pada hari Ini Kami sepakati untuk merealisasikan sesuai kesepakatan bersama. Apa pun resikonya dan terkait pengangkatan perangkat desa, dan pemberhentian parangkat yang lama di karnakan. Ada ketidak harmonisan antara sesama perangkat desa, yang tidak bisa di ajak kerja sama. Sehingga di berhentikan, dan diganti yang baru.

“Ada warga yang dijadikan prangkat desa, alasannya karena untuk meringankan beban kerja pejabat terkait. Pada proses pengangkatan, Desa memang langsung ada penunjukkan. “Selain itu Kepala Desa Teluk Pakedai Dua juga mengakui jika saat ini dirinya, sedang dalam proses di periksa oleh tim penyidik Polda Kalimantan Barat. Karna adanya laporan warga terkait Dana Desa, “pungkas Kades Teluk Pakedai Dua. (Mul/Yudha/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *