Warga Kilensari Inisial WI Dilaporkan Kasus Dugaan Penganiayaan

MutiaraindotvKabupaten Situbondo, Jawa Timur, Na’as, Warga Kampung Somangkaan RT. 3 RW. 3, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang bernama Edi Eko Pratama menjadi korban penganiayaan. Karena dituding memberikan info tentang salah satu warga Inisial T yang berstatus Positif Virus Corona (Covid- 19).

Menurut Korban dirinya mendapatkan info dari perangkat Desa serta Tokoh Masyarakat setempat dan Babinsa Desa Kilensari, bahwa Inisial TI berstatus Positif Covid- 19.

” Awalnya saya mendapat info dari Tokoh Masyarakat Pak, di kampung dan juga Babinsa Desa Kilensari, bahwa Inisial TI berstatus Positif Corona. Jadi saya langsung klarifikasi ke keluarganya pada hari Senin, 06 Juli 2020, tetapi pihak keluarganya tetap mengelak ”, terang Edy.

Meski keluarga Inisial TI yang Diduga berstatus Positif Covid- 19 mengelak, Edi Eko Pratama selaku korban menghimbau kepada karyawan pekerjanya untuk jaga jarak jika ada Inisial TI datang ke Gudang Ikan milik korban. Akan tetapi keesokan hari nya Inisial TI dijemput paksa oleh Tim GTTP Kecamatan.

” Meski ada pengelakan saya tetap menghimbau pada Pekerja saya jika ada Inisial TI datang ke Gudang Ikan milik. Saya harap semua karyawan tetap jaga jarak dan memakai Masker, karena Inisial TI yang Diduga Positif Covid- 19 “.

Memang saudara TI sering ke Gudang Ikan milik saya. Akan tetapi diduga keesokan harinya memang Inisial TI dijemput Paksa untuk di Karantina oleh Petugas, jelas Edi. Jum’at, 10 Juli 2020.

Ditempat yang berbeda Direktur Marlena Law Office dan Partner Hendriyansyah, SH, yang juga selaku Kuasa Hukum Pelapor / Korban menerangkan dengan Detail.

” Intinya klien saya ini dituduh karena adanya Penjemputan paksa dan info salah satu warga yang Diduga Positif Covid- 19. Akhirnya benar adanya penjemputan paksa terhadap salah satu warga Inisial TI, lalu Klien saya mendatangi Pihak Terlapor ke kediaman nya akan tetapi tanpa ada sambutan kata langsung memukul Klien saya. Tepatnya di daerah bagian Dada dan mendorong Klien saya sampai jatuh, sehingga terluka akibat cakaran terlapor ”, ungkap Hendriyansyah.

Dirinya juga menyampaikan bahwa perihal tersebut pihak Terlapor dan Pelapor sudah dilakukan mediasi secara kekeluargaan. Akan tetapi pihak Terlapor masih bersih keras dengan egonya, sehingga korban terpaksa mengambil langkah Hukum.

” Awal sebelum dilaporkan, Klien saya sudah berinisiatif untuk menempuh jalur kekeluargaan, akan tetapi terlapor masih dengan ego tinggi dan tidak mau diajak secara kekeluargaan. Sehingga klien saya melakukan Pengaduan dan melaporkan ke Polsek Panarukan terancam dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan ”, paparnya. (Irwan).

editor ” Awi “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *